MediaUmat – Direktur Pamong Institute Wahyudi al-Maroky menilai, maraknya gambar mantan Presiden RI Ke-2, Soeharto, bertuliskan slogan “Enak zamanku toh?”, yang beredar di tengah publik merupakan sindiran terhadap buruknya kondisi Indonesia saat ini.
“Slogan-slogan ataupun gambar-gambar yang enak dibaca kadang-kadang di situ ada gambar foto Soeharto mengatakan ‘Piye kabare, Le? Enak zamanku toh?’ gitu, itu menyindir sebenarnya bahwa zaman hari ini jauh lebih buruk di masa Orde Baru,” ujarnya dalam Kabar Petang: Soeharto Pahlawan? Piye Kabare? di kanal YouTube Khilafah News, Ahad (16/11/2025).
Menurut Wahyudi, publik membandingkan situasi ekonomi masa Orde Baru yang dinilai lebih stabil.
“Di masa Orde Baru ada juga, apa yang dilihat? Ekonomi cukup tumbuh, cukup baik, yang hari ini justru itu menjadi persoalan serius,” katanya.
Ia menegaskan bahwa ketidakmampuan rezim Reformasi memperbaiki keadaan mendorong munculnya nostalgia tersebut.
“Mereka tidak bisa memberikan kesan yang lebih baik dari masa Orde Baru,” ketusnya.
Wahyudi menyebut kondisi korupsi kini semakin parah, bertolak belakang dengan alasan yang dulu digunakan untuk menggulingkan Orde Baru.
“Justru hari ini KKN, korupsi, itu makin gila-gilaan dan makin parah melebihi masa Orde Baru,” tegasnya.
Fenomena nostalgia ini, ungkapnya, ikut menguatkan legitimasi Orde Baru, terlebih setelah Soeharto dianugerahi gelar Pahlawan.
“Mereka (publik) mencoba menulis ulang bahwa buruknya rezim Orde Baru, dibandingkan hari ini, masih dianggap lebih baik,” tandasnya.[] Muhar
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat