Proyek Whoosh Tak Layak, ‘Investasi Sosial’ Hanya Dalih

MediaUmat Direktur Siyasah Institute Iwan Januar menilai, pernyataan mantan Presiden Joko Widodo ‘kereta cepat Whoosh merupakan investasi sosial sehingga wajar jika merugi’, hanyalah bentuk pembelaan diri yang mengaburkan persoalan sebenarnya.

“Pernyataan itu justru menunjukkan adanya upaya untuk menutup kelemahan proyek yang sejak awal tidak layak secara bisnis maupun kebutuhan publik,” tegasnya kepada media-umat.com, Sabtu (1/11/2025).

Menurut Iwan, proyek transportasi publik seharusnya berorienatsi pada kenyamanan dan kelayakan. Karena, sarana transportasi yang sudah ada dan terbukti masih layak digunakan, rute Jakarta–Bandung telah memiliki banyak pilihan transportasi seperti tol, kereta reguler, dan bus. Whoosh sejak awal tidak feasible (layak) secara ekonomi maupun sosial.

“Sarana transportasi Jakarta-Bandung sudah ada dan masih layak, harusnya itu yang menjadi proritas pengembangan agar nyaman. Sehingga secara bisnis Whoosh juga tidak feasible,” tuturnya.

Lebih lanjut, Iwan menyebut, proyek kereta cepat tersebut bersifat elitis dan tidak mewakili kebutuhan masyarakat luas. Proyek yang hanya dinikmati segelintir kalangan bukanlah bentuk pelayanan publik, melainkan pemborosan dana negara.

“Whoosh itu bukan untuk publik, tapi elitis. Sebab tiketnya mahal, kalau untuk publik, harusnya terjangkau banyak pihak,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti bahwa pelayanan publik memang merupakan tanggung jawab negara, namun harus dijalankan dengan perhitungan matang. Tidak logis jika negara terus menanggung kerugian besar hanya demi menjaga citra sebuah proyek.

“Pelayanan publik memang tanggung jawab negara, tapi bukan dengan rugi sampai berdarah-darah. Apalagi secara pengadaan proyek juga bermasalah. Kuat dugaan terjadi markup. Ini keterlaluan!” tandasnya.[] Lukman Indra Bayu

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: