Problematisnya Reduksionisme Logika Mistika Tan Malaka

MediaUmat Anggapan sejumlah pihak yang menyebut logika mistika dalam buku Madilog (Bab I Logika Mistika) karya Tan Malaka ‘sekadar membahas klenik dan perdukunan’, menurut Vier Agi Leventa dari Mataram Liberation Institute (MLI), problematis dan reduksionis dari makna yang dimaksud.

“Problematis dan reduksionis jika ada yang menganggap bahwa logika mistika dalam Madilog sekadar bicara tentang klenik, perdukunan, dan garam gosrok rukyah. Ini terlalu mengerdilkan makna yang dimaksud Tan Malaka,” ucapnya dalam Kabar Petang: Paradoks Madilog? di kanal YouTube Khilafah News, Senin (1/12/2025).

Logika mistika yang dimaksud Tan Malaka, lanjutnya, berangkat dari pemahaman materialisme, dialektika dan logika yang diakronimkan menjadi madilog.

“Madilog jelas tidak bisa lepas dari filsafat materialisme yang menyatakan bahwa dunia berlandaskan pada benda dan tidak ada sesuatu yang lain selain benda,” tandasnya.

Dalam Madilog, urainya, menyatakan dalam hukum alam yang pertama dilihat benda baru kemudian kodrat rohnya semisal pada api yang mengandung panas. Yang terlihat bendanya dulu yaitu api baru lahir kodratnya yaitu panas, tidak pernah sebaliknya.

“Penjelasan ini dia gunakan untuk menegaskan bahwa Tuhan adalah entitas immaterial atau metafisika. Jadi Tuhan itu tidak pernah ada, termasuk wahyu Tuhan juga tidak ada. Inilah logika mistika yang dimaksud Tan Malaka,” bebernya.

Madilog yang berbasis pada materialisme, tegasnya, tidak akan sanggup memberikan penilaian yang komprehensif dan memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan hari ini, apalagi manusia juga banyak memiliki keterbatasan.

“Bagi seorang Muslim sangat berbahaya jika mengambil ajaran dalam Madilog karena akan menjauhkannya dari keimanan kepada Allah SWT,” pungkasnya.[] Erlina

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: