Pernyataan Kepala BNPB yang Sepelekan Banjir Sumatra Nirempatik

MediaUmat Merespons pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suhariyanto yang menyepelekan peristiwa banjir bandang di tiga provinsi dinilai Pengamat Politik dari Masyarakat Sosial Politik Indonesia (MSPI) Dr. Riyan, nirempatik (tidak menunjukkan empatinya) sebagai pejabat publik.

“Tidak menunjukkan empati dia sebagai pejabat publik,” tegasnya dalam Kabar Petang: Whats! Surprise Katanya? di kanal YouTube Khilafah News, Kamis (4/12/2025).

Riyan mewanti-wanti kalau jadi pejabat itu jaga betul lisan dan juga tindakannya. Pasalnya, komunikasi seperti itu tidak bisa dikoreksi.

“Maka komunikasi itu sifatnya kalau dia sudah disampaikan walaupun dikoreksi ya itu kan ibaratnya enggak bisa kemudian dihapus, mungkin orang sudah screenshot. Sehingga dia yang ngomong kayak begitu jangan dikira hanya pada persoalan orang enggak suka, tapi itu nanti akan berpotensi untuk berdampak yang lebih luas,” jelasnya.

Menurutnya, dampak yang paling utama itu sebenarnya adalah dampak kepada kepercayaan masyarakat (public trust).

Public trust itu, lanjut Riyan, akan sangat dibutuhkan saat bencana seperti saat ini. Nah, apalagi posisi yang bersangkutan itu sebagai ketua badan yang bertanggung jawab terhadap bencana nasional.

“Jangan salahkan kalau masyarakat itu nanti justru makin tidak percaya kepada pemerintah ini. Serius enggak sih membantu kita? Sementara kita ini sudah dalam keadaan yang sangat menderita begitu,” terangnya.

Negara Tidak Siap Hadapi Bencana

Riyan juga menilai, negara tidak siap hadapi bencana. “Bahwa di layer atau lapis berikutnya itu tidak siap menghadapi bencana,” bebernya.

Lebih jauh, menurutnya, kata-kata surprise ini mengindikasikan dan menunjukkan perkiraan dia sekian ternyata sekian padahal itu baru satu tempat.

“Ini jangan dikira ini tiga tempat loh gitu ya. Tiga tempat itu dan skalanya mestinya kalau dia seorang yang ada di level nasional dia mestinya dia lebih empatik, lebih tenang sehingga memberikan kepercayaan kepada publik agar tidak menimbulkan sesuatu yang justru kontraproduktif,” pungkasnya.[] Muhammad Nur

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: