Perlu Keteguhan dan Ketakwaan Pemimpin Tuk Berantas Judol

MediaUmat Terkait penangkapan 320 orang warga negara asing dalam satu kantor judi online (judol) di Jakarta, Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mengatakan diperlukan keteguhan dan ketkwaan dari seorang pemimpin.

“Ini jelas memerlukan keteguhan dan ketakwaan dari pemimpin,” ujarnya dalam Focus to the Point: Tetap Merajalela! Mengapa Mereka Tak Pernah Bisa Musnahkan? di kanal YouTube UIY Official, Selasa (26/03/2026).

UIY mengatakan, di sinilah pentingnya pemimpin itu mengerti untuk apa ia duduk di situ. Kalau dalam pandangan Islam, orang menjadi pemimpin itu untuk memegang amanah amar ma’ruf nahi mungkar, yakni menerapkan syariat untuk memberantas yang mungkar dan menegakkan yang makruf. Dan judol termasuk di dalamnya.

Dengan ketakwaan dan keteguhan pemimpin inilah, sebut UIY, pemimpin tersebut bisa memberi perintah seluruh aparat di bawahnya itu untuk bekerja memberantas kemungkaran ini. Jadi bagaimana bisa negara kalah sama penyelenggara judol, padahal negara sebenarnya memiliki sumber daya untuk memberantas judol ini,

“Nah, yang ketiga, sanksi yang tegas. Bahkan kalau itu masuk ta’zir, ta’zir itu sampai hukuman mati. Kalau itu sudah dinilai membahayakan kehidupan masyarakat,” pungkas UIY.[] Agung Sumartono

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: