Perang Terbuka terhadap Islam, Apa yang Ditunggu … ?!

Pada Rabu malam (21/1), Komite Keamanan Nasional Knesset menyetujui peraturan yang mengizinkan sukarelawan polisi untuk mengenakan denda terkait kondusifitas lingkungan. Ben-Gvir meminta komandan polisi responsif terhadap keluhan warga Yahudi tentang volume suara azan. Ia juga mengatakan bahwa upaya untuk mengatasi masalah ini belum cukup efektif, namun ia memuji komandan Distrik Pusat saat itu, Yair Hatzroni, yang menyatakan bahwa dirinya telah mulai mengenakan denda besar pada masjid-masjid (maannews.net, 22/1/2026).

**** **** ****

Tidak diragukan lagi bahwa tindakan-tindakan ini hanyalah sebagian kecil dari apa yang dipendam para penjahat ini terhadap Islam dan kaum Muslim. Allah SWT Mahabenar dengan semua firman-Nya:

﴿قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاء مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ﴾

Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang mereka sembunyikan dalam hati lebih besar. Sungguh, Kami telah menerangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu berpikir.” (TQS. Ali Imran [3] : 118).

Mereka tak sanggup lagi mendengar seruan azan di tanah yang diberkahi, Palestina, tanah Isra’ dan Mi’raj, tanah Islam dan kaum Muslim, setelah mereka merebutnya dengan dibantu oleh semua negara kafir penjajah serta para penguasa Muslim pengkhianat, sehingga mereka percaya diri bahwa tanah itu adalah tanah mereka dan negeri itu adalah negeri mereka, sedang rakyat Palestina hanyalah pengungsi yang tinggal di dalamnya!

Kebenaran dan keinginan yang sama diungkapkan oleh Senator AS Lindsey Graham selama konferensi pers yang diadakan di wilayah pendudukan, di mana ia mengatakan: “Ini adalah perang agama di antara kita, dan kita akan lihat siapa yang menang.” Ia menyatakan dalam sebuah wawancara yang dilakukannya dua minggu lalu kepada Fox News, dan memposting cuplikan wawancara tersebut di halaman resmi platform X-nya: “Kita sedang berada dalam perang agama di sini. Saya bersama (Israel). Lakukan apa pun yang harus kalian lakukan untuk membela diri. Bahkan kalau perlu, ratakan tempat ini.”

Inilah kebenaran tentang perang mereka terhadap umat Islam, bahwa hakikat dan motif dari perang itu tidak lain adalah perang terhadap Islam. Dalih dan pembenaran lainnya hanyalah kebohongan yang tidak akan menipu orang yang berakal sehat. Mereka ingin memadamkan cahaya Allah, bahkan dengan mulut mereka. Allah SWT berfirman:

﴿يُرِيدُونَ أَن يُطْفِؤُواْ نُورَ اللّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّهُ إِلاَّ أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ﴾

Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut-mulut (ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, justru hendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.” (TQS. At-Taubah [9] : 32).

Kapan orang-orang yang lalai akan terbangun dari kelalaian mereka, dan kapan orang-orang yang mampu dari kalangan militer dan perwira mereka akan berubah dan bangkit untuk menolong Islam dan kaum Muslim untuk menjalankan peran yang seharusnya mereka emban?!

Umat ini sedang menjalani tahap penting dalam konteks transformasi, konflik, dan perkembangan hubungan internasional yang disaksikan dunia, yang menandai akan terjadinya perubahan besar dalam keseimbangan kekuatan di dunia dalam beberapa tahun mendatang. Ini adalah kesempatan bagi orang-orang yang tulus ikhlas serta mereka yang berkuasa dan berpengaruh di tengah-tengah umat ini untuk berkontribusi dalam mengubah peta kekuatan global.

Umat Islam ini, dengan keimanan, peradaban, dan sumber dayanya, adalah satu-satunya yang memenuhi syarat untuk merebut kembali kepemimpinan umat manusia menuju kebaikan, keadilan, dan perdamaian.

﴿وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاء وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ﴾

Masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan Allah mengetahui orang-orang beriman (yang sejati) dan sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Allah tidak menyukai orang-orang zalim.” (TQS. Ali Imran [3] : 140). [] Ir. Khalil Abdurrahman

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 25/1/2026.

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: