Penindasan yang Meningkat terhadap Organisasi Muslim di Amerika – Edisi Texas

Dalam langkah yang mengejutkan pekan ini, Gubernur Texas Greg Abbott menyatakan bahwa Council on American-Islamic Relations (CAIR) dan Ikhwanul Muslimin sebagai “organisasi teroris asing.” Pernyataan tersebut melarang kedua kelompok ini memiliki properti di Texas dan memberi wewenang kepada negara untuk mengambil tindakan hukum terhadap entitas yang dianggap berafiliasi. Meskipun Abbott membingkai keputusan ini sebagai upaya melawan “ekstremisme radikal,” tindakan tersebut justru merupakan eskalasi dramatis dalam penargetan organisasi Muslim yang terus berlangsung, serta menyoroti krisis kebebasan berbicara, penyalahgunaan kekuasaan negara, dan kemunafikan dalam perlakuan Amerika terhadap warga Muslimnya.

Walaupun deklarasi Abbott tidak memiliki otoritas di tingkat Federal, langkah itu berfungsi sebagai ancaman simbolis yang memberdayakan Jaksa Agung Texas untuk menuntut organisasi yang diduga terkait dengan CAIR atau Ikhwanul Muslimin—tanpa memperjelas kriteria “afiliasi” maupun prosedur penegakannya.

Tindakan Abbott mengikuti serangkaian serangan di media sosial dan pengawasan negara terhadap berbagai inisiatif Muslim, termasuk proyek pembangunan Epic City dekat Dallas, yang ia labeli sebagai “kompleks syariah” dan kemudian dikenai sejumlah investigasi. Langkah-langkah ini menunjukkan pola yang jelas: menargetkan komunitas dan organisasi Muslim dengan kedok legalitas, sambil sekaligus memicu histeria Islamofobia demi keuntungan politik.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Senator Ted Cruz juga telah menyuarakan upaya berkelanjutan untuk menetapkan Ikhwanul Muslimin dan CAIR sebagai entitas teroris—sebuah proses yang mereka kaitkan dengan isu keamanan nasional. Pernyataan-pernyataan tersebut memperkuat pola lama di mana organisasi dan komunitas Muslim diperlakukan sebagai musuh hanya karena mereka mengadvokasi isu-isu Islam atau mengkritik kebijakan luar negeri Amerika.

Selama beberapa dekade, Muslim di Amerika telah diawasi, diprofilkan, dikriminalisasi, dan diintimidasi atas nama kontraterorisme dan keamanan nasional. Retorika Islamofobia dari pemerintahan sebelumnya—baik Demokrat maupun Republik—telah menyebabkan meningkatnya kejahatan kebencian terhadap komunitas Muslim. Lebih jauh lagi, upaya-upaya ini semakin meningkat dalam dua tahun terakhir, terutama karena kritik komunitas Muslim terhadap genosida di Gaza serta propaganda Zionis yang memengaruhi perubahan legislasi yang mendorong langkah-langkah represif untuk membungkam perbedaan pendapat.

Pada Agustus 2025, kami mengeluarkan siaran pers mengenai eskalasi terhadap kelompok-kelompok Muslim, dan sehubungan dengan perkembangan terbaru ini kami mengingatkan para pembaca akan hal berikut:

Ini bukan hanya tentang Ikhwanul Muslimin atau CAIR; ini memengaruhi seluruh organisasi Muslim dan komunitas kita secara bersamaan. Penargetan organisasi Muslim karena alasan politik—terutama mereka yang mengadvokasi urusan-urusan umat Islam atau tata kelola Islam—tidak dapat dipisahkan dari pola permusuhan yang lebih luas terhadap Islam.

Nabi (saw) dan para Sahabat (ra) menghadapi larangan politik, pengasingan, dan kampanye pencemaran nama baik di Makkah—bukan karena kekerasan, tetapi karena mereka menyeru kepada Islam.

Islam mewajibkan kita, kaum Muslim, untuk membela agama kita, mengatakan kebenaran, dan berorganisasi secara kolektif demi kesejahteraan umat. Kita, Muslim di Amerika, harus berdiri teguh bersama di atas kebenaran, menyatukan suara kita, saling membela, dan menolak intimidasi yang bertujuan membungkam kita dan membuat kita menyembunyikan agama kita.

Allah (swt) mengingatkan kita:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” (Al-Hujurat: 10)

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Orang-orang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah yang akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (At-Tawbah: 71)

Kami, dari Hizb ut Tahrir, mendorong seluruh organisasi Muslim untuk saling menjadi penjaga satu sama lain. Ini bukan tentang satu organisasi. Ini tentang kelangsungan identitas Islam kita di Amerika. Respons kita harus berupa persatuan, kejelasan, dan ketangguhan. Ini adalah ujian kekuatan kolektif kita.

Kantor Media Hizbut Tahrir Amerika

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: