Bencana yang menimpa Palestina yang diduduki terus berlanjut tanpa henti. Sejak runtuhnya Khilafah, yang penguasanya pernah menyatakan, “Palestina adalah tanah yang disirami darah leluhurku, dan jika suatu hari nanti Khilafah diruntuhkan, maka kalian akan mengambilnya dengan tanpa biaya”. Hingga saat ini pengganti pendudukan Inggris (yang disebut Mandat) dan entitas pendudukan Yahudi yang diciptakan Inggris dan sekarang didukung Barat dengan semua yang dibutuhkannya, pendanaan, peralatan, pengetahuan, dan kekuatan, terus membunuh penduduk tanah yang diberkahi. Mereka menyiksa anak-anak dan orang tua dengan brutal, mengancam tahanan dengan kematian dan eksekusi, sementara dunia hanya menonton saja. Mereka telah memblokade Gaza selama bertahun-tahun, tanpa henti membombardirnya dengan kebrutalan yang tak terbayangkan, lebih dari tujuh puluh ribu orang telah syahid. Umat Islam dengan tentara dan para ulamanya, menyaksikan dan melihatnya seperti orang buta, serta mendengar tangisan perempuan yang berduka seperti orang tuli!
Selama bertahun-tahun di bawah pemblokadean, dan dua tahun di bawah bombardir yang menewaskan anak-anak dan para suami, perempuan-perempuan Gaza bertahan tanpa dukungan apa pun, menunjukkan keteguhan dan kepahlawanan yang tak tertandingi. Bahkan hingga hari ini, mereka terus menderita, sebagian sebagai ibu dari para syahid, sebagian sebagai istri dari para syahid, sebagian sebagai ibu dari anak-anak dengan anggota tubuh yang diamputasi, sebagian dengan orang-orang terkasih yang hilang di bawah reruntuhan, dan sebagian lagi dengan suami yang dipenjara …
Dan setelah klaim-klaim gencatan senjata, yang ternyata hanyalah janji kosong, para mediator, penguasa, dan negosiator terus berkonspirasi melawan Gaza. Ini bukan lagi sekadar pengkhianatan atau kelalaian, tetapi keterlibatan terang-terangan: mereka melanggengkan pemblokadean, mencegah kebutuhan pokok masuk ke Jalur Gaza, dan tetap sama sekali tidak menanggapi permohonan harian pria, wanita, dan anak-anak Gaza. Dengan datangnya musim dingin, sektor itu benar-benar berubah menjadi danau besar, yang dipenuhi dengan tubuh-tubuh menggigil dan sisa-sisa karung tepung yang seharusnya menggantikan atap tenda yang menurut dunia cukup untuk menghangatkan tubuh! Sebuah danau yang diwarnai air mata anak-anak yang terbang ke langit karena dingin yang menusuk tulang, serta air mata ibu dan ayah yang berduka dan menangis dalam kesedihan karena mereka tidak memiliki sarana dan tidak dapat menemukan cara untuk melindungi anak-anak mereka dari dingin yang mematikan ini.
Wahai umat yang Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallama telah bersabda:
«مَا آمَنَ بِي مَنْ بَاتَ شَبْعَانَ وَجَارُهُ جَائعٌ إِلَى جَنْبِهِ وَهُوَ يَعْلَمُ بِهِ»
“Tidak beriman kepadaku orang yang tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya kelaparan di sisinya, sedang dia mengetahuinya.” (HR. ath-Thabarani).
Penduduk Gaza, yang berada di jantung negeri-negeri kaum Muslim, mereka kelaparan dan kehausan, bahkan meninggal karena kedinginan. Hingga saat ini, 14 jiwa umat Islam telah meninggal dunia, termasuk 6 anak-anak, akibat cuaca dingin ekstrem yang disebabkan oleh sistem tekanan rendah dan hujan lebat yang mengakibatkan runtuhnya sekitar 15 rumah di berbagai lingkungan Kota Gaza. Tim pertahanan sipil masih menangani ratusan panggilan permintaan bantuan dan permohonan. Mereka mengatakan bahwa lebih dari 27.000 tenda milik para pengungsi terendam banjir, hanyut terbawa arus deras, atau tercabut oleh angin kencang.
Kondisi Rakyat Gaza berkata: Kalian tidak menyelamatkan kami dari dahsyatnya pemboman, akankah kalian menyelamatkan kami dari kematian akibat kedinginan yang ekstrem? Kami di divisi perempuan Kantor Media Pusat Hizbul Tahrir menyerukan pertolongan kepada umat yang tak pernah mati ini: “Bukankah sudah saatnya kalian menanggalkan jubah kelemahan dan bangkit serta mengembalikannya ke kejayaan semula? Gaza telah memulai jalan menuju kejayaan, jadi mengapa kalian memotong tangannya dan menghentikan penyelesaian jalan tersebut?!”
Ini adalah permohonan bantuan kepada umat yang beriman, sungguh para syahid Gaza berada dalam rahmat Allah, jadi jangan lagi mengecewakan Gaza, agar kalian tidak terlewatkan dari rahmat Allah, dan ia pergi kepada orang lain!
]إِنَّ فِي هَذَا لَبَلَاغَاً لِقَوْمٍ عَابِدِينَ[
“Sesungguhnya di dalam (Al-Qur’an) ini benar-benar terdapat pesan (yang jelas) bagi kaum penyembah (Allah).” (TQS. Al-Anbiya’ [21] : 106).
Divisi Perempuan Kantor Media Pusat Hizbul Tahrir