Penggunaan Gawai Berlebihan Picu Pecahnya Perhatian dan Sulit Fokus

 Penggunaan Gawai Berlebihan Picu Pecahnya Perhatian dan Sulit Fokus

MediaUmat Pemimpin Redaksi Majalah Al-Wa’ie Farid Wadjdi menyepakati penggunaan gawai pada anak perlu dibatasi karena bisa memicu pecahnya perhatian dan sulit fokus.

“Pembatasan penggunaan gawai pada anak sudah sangat tepat karena bisa memicu perhatiannya pecah dan sulit fokus,” ujarnya dalam rubrik Sorotan Dunia Islam, Rabu pagi (21/1/2026).

Pasalnya, jelas Farid, banyak fakta termasuk penelitian-penelitian pakar-pakar kejiwaan yang menyatakan ada beberapa hal yang menjadi masalah ketika seorang anak itu tidak bisa lepas dari gawai.

“Pertama, gawai ini menjadi sumber gangguan otak anak. Ini yang memicu perhatian yang terpecah dan membuat anak sulit fokus karena terbiasa melakukan scroll dan swipe atau gulir dan geser,” ulasnya

Menurutnya, scroll dan swipe menjadikan orang terbiasa untuk memperhatikan dalam waktu yang singkat dan berpindah topik dalam waktu yang singkat sehingga otak terbiasa lompat-lompat.

“Akhirnya anak tidak fokus dan sulit untuk fokus. Padahal untuk pelajaran itu kan membutuhkan waktu yang lama dan fokus. Ini yang kemudian menjadi berbahaya kalau sistem otak anak itu terbiasa lompat-lompat dan tidak fokus,” urainya.

Kemudian, kata Farid, penggunaan gawai berlebihan juga mengganggu konsentrasi dan daya ingat. Sementara belajar itu butuh fokus, sedangkan otak yang terbiasa dengan media sosial atau melihat yang muncul di gawai itu akan cenderung lebih suka hiburan cepat daripada berpikir.

“Gawai juga sangat berpengaruh pada kesehatan mental kalau tidak digunakan secara benar yaitu memunculkan perasaan cemas, memicu stres, dan emosi yang labil,” tuturnya prihatin.

Farid menandaskan, di situlah pentingnya pembatasan kapan ada waktu menggunakan gawai, kapan tidak, dan belajar melepaskan atau menjauhkan diri dari gawai.

“Agar anak bisa lepas dari gawai dan fokus belajar, salah satunya anak bisa dibiasakan membaca buku serta diterapkan kedisiplinan dan komitmen bersama di keluarga sehingga kedekatan dari hati ke hati pun bisa semakin terjalin dengan baik,” pungkasnya.[] Erlina

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *