MediaUmat – Pengamat Hubungan Internasional Budi Mulyana menyatakan solusi dua negara untuk persoalan perampasan tanah dan pembantaian di Palestina oleh entitas penjajah Zionis Yahudi adalah solusi yang absurd dan tidak masuk nalar.
“Solusi dua negara adalah solusi yang absurd dan tidak masuk nalar. Bagaimana penjajah dengan yang dijajah diminta hidup berdampingan?” tuturnya dalam Kabar Petang: Ketika Anak-anak Membeku di Gaza, Jumat (19/12/2025) di kanal YouTube Khilafah News.
Sedangkan negeri-negeri Muslim, jelas Budi, mereka membebek saja dengan apa yang ditawarkan oleh negara-negara Barat termasuk solusi dua negara. “Karena mereka tidak punya kekuatan untuk mengubah skenario itu,” imbuhnya.
Oleh karena itu, lanjut Budi, yang harus dirancang adalah bagaimana umat Islam membangun kekuatan terlebih dahulu, kemudian menghilangkan eksistensi Israel di sana.
“Tentu ini tidak mudah, tetapi sangat realistis dalam perspektif bagaimana kita menyelamatkan saudara-saudara kita di Palestina, mengembalikan hak-hak tanah mereka, mengembalikan hak hidup mereka,” terangnya.
Orang-orang Yahudi di sana, jelas Budi, selama mereka tidak mengancam keberadaan umat Islam dan tidak menjadi biang kerok terhadap berbagai persoalan, sebenarnya mempunyai hak hidup juga.
“Yang jadi masalah itu adalah eksistensi negara Israel, kemudian mereka dipaksakan, padahal itu bukan tanah mereka,” cecarnya.
Kemudian yang terakhir, ia menekankan bahwa PR besar umat Islam untuk bersatu membangun kekuatan untuk dapat membuat skenario baru.
“Yaitu mengembalikan hak-hak Palestina kepada umat Islam di sana dan menghilangkan Israel dari Bumi Palestina,” tandasnya.[] Nur Salamah
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat