MediaUmat – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mengatakan, apa yang terjadi di Sudan belakangan ini harus memberikan pelajaran bahwa kaum Muslim adalah satu, dan harus bersatu.
“Kita semua tahu bahwa umat Islam itu adalah umat yang satu. Dia harus bersatu,” ujarnya dalamDiskusi Online: Peran AS dalam Konflik Sudan dan Dunia Islam, Ahad (16/11/2025) di kanal YouTube Tabloid Media Umat.
Sebegitu pentingnya, kata UIY, sampai-sampai Nabi Muhammad SAW berpesan dalam haditsnya, agar membunuh orang yang ingin memecah belah persatuan umat Islam.
“Bila datang kepadamu seseorang yang hendak mematahkan tongkatmu (memecah belah jamaah) atau memecah belah persatuan kalian, maka bunuhlah dia,” demikian bunyi hadits sahih riwayat Muslim No. 3443.
Bukan tanpa dasar, kata UIY memaparkan, tersirat di sana perintah Rasulullah SAW tentang betapa pentingnya menjaga keutuhan dan stabilitas kaum Muslim dari ancaman internal yang serius.
Lebih jauh, persatuan ini adalah inti dari ukhuwah islamiah (persaudaraan sesama Muslim) yang menjadikan umat Islam kuat, serta menjadi kunci untuk meraih kemaslahatan dan menghindari perpecahan yang melemahkan.
“Dengan persatuan, umat menjadi kuat; dengan persatuan, umat tidak mudah tercabik-cabik; dan dengan umat itu bersatu, harkat martabat wilayah kekayaan umat itu bisa terlindungi,” jelas UIY.
Maka, berangkat dari sinilah kaum Muslim juga bakal menyadari betapa pentingnya keberadaan perisai (junnah) umat, untuk mencegah tragedi serupa terjadi di negeri-negeri Muslim lainnya termasuk Indonesia.
“Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu (laksana) perisai yang (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)-nya” (HR al-Bukhari, Muslim, an-Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad).
Adalah perang saudara di Sudan yang patut disayangkan, karena melibatkan dua kelompok Muslim. Mereka adalah Angkatan Bersenjata Sudan (Sudanese Armed Forces/SAF), yaitu militer pemerintah Sudan, dan Pasukan Pendukung Cepat (Rapid Support Forces/RSF), yaitu kelompok paramiliter independen, yang sebelumnya justru bekerja sama sebelum konflik terbuka meletus pada April 2023.
Dilansir bbc.com (6/11), perang brutal dan mematikan itu tak hanya mengakibatkan 150 ribu orang tewas tetapi juga sekitar 12 juta lainnya mengungsi. PBB menyebutnya sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia.
Lugasnya, penderitaan atas kaum Muslim di banyak belahan dunia yang kini masih saja terjadi, mestinya menyadarkan umat Islam betapa rapuhnya mereka tanpa junnah.
“Itulah saya kira apa yang mesti menjadi pelajaran pada kita dan apa yang mesti kita lakukan ke depan,” tandasnya, yang berarti upaya menegakkan kembali institusi negara yang benar-benar melindungi seluruh umat pun menjadi sebuah kewajiban.
Harus Kuat
Di saat yang sama, pecahnya perang saudara itu juga harus memberikan pelajaran betapa umat Islam harus menjadi kuat dan kokoh. “Itu harus memberikan pelajaran kepada kita bahwa umat ini memang harus menjadi umat yang kuat, umat yang kokoh,” tambahnya.
Untuk itu, dibutuhkan setidaknya dua faktor untuk bisa mewujudkan kekuatan dimaksud, yakni meningkatnya kualitas sumber daya manusia dalam hal ini umat Islam, serta kesadaran sebagaimana disinggung sebelumnya, bahwa sejatinya mereka adalah umat yang satu.
Namun yang perlu dicatat, kualitas dari kedua hal itu bisa meningkat salah satunya ketika sudah tersentuh aktivitas dakwah. “Di situlah pentingnya dakwah, pembinaan umat,” tandasnya.
“Saya kira jika kita ini konsisten dengan dakwah yang gencar kita lakukan, maka akan bertemu itu kesadaran problematik, empirik dengan kesadaran normatif,” imbuhnya.
Dengan demikian, umat tidak hanya akan bertemu kesadaran normatif tetapi juga fakta-fakta empiriknya di dunia Islam termasuk bagaimana Barat, khususnya, memperlakukan dunia Islam seperti halnya terhadap Sudan, ‘jantungnya’ Afrika, karena secara geografis berbatasan dengan tujuh negara dan Laut Merah. Sungai Nil juga mengalir melalui Sudan, menjadikannya negara yang penting secara strategis bagi kekuatan asing.[] Zainul Krian
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat