Pax Silica: Aliansi Baru AS Melawan China

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembentukan aliansi internasional bernama Pax Silica untuk melawan dominasi China dalam unsur tanah jarang, mempromosikan kecerdasan buatan (AI),  dan teknologi canggih. Aliansi ini bertujuan untuk membangun rantai pasokan yang independen dari China, khususnya di bidang semikonduktor dan material tanah jarang yang vital bagi teknologi.

Pengumuman ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk perdamaian teknologi, yang berfokus pada pengurangan ketergantungan pada China di sektor-sektor penting. Inisiatif ini bertepatan dengan pernyataan Trump tentang kemandirian teknologi.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, aliansi ini mencakup Jepang, Korea Selatan, Singapura, Belanda, Inggris Raya, Israel, Uni Emirat Arab, dan Australia – negara-negara yang merupakan rumah bagi beberapa perusahaan dan investor terpenting yang mendorong rantai pasokan kecerdasan buatan global.

Jacob Helberg, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Ekonomi, mengatakan bahwa “deklarasi tersebut membuka jalan bagi penelitian dan pengembangan bersama, manufaktur, serta pengembangan infrastruktur dengan tujuan untuk bersaing dengan Inisiatif Sabuk dan Jalan China.”

Menurut laporan Politico, langkah ini diambil sebagai respons terhadap kendali China yang hampir total atas mineral langka, yang sangat penting untuk aplikasi militer dan sipil, serta investasi intensifnya dalam kecerdasan buatan dan komputasi kuantum, yang memberikannya keunggulan kompetitif dalam ekonomi global.

China pernah memberlakukan larangan bagi perusahaan-perusahaannya untuk memasok mineral tanah jarang ke negara-negara industri, kemudian mencabut larangan tersebut selama setahun berdasarkan kesepakatan dengan Amerika Serikat di mana Amerika akan mengurangi tarif yang dikenakan padanya (hizb-ut-tahrir.info, 14/12/2025).

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: