Pakistan mengumumkan bahwa Panglima Militer Asim Munir akan diberikan kekuasaan luas, sementara kewenangan Mahkamah Agung akan dibatasi berdasarkan amandemen yang disetujui Senat Pakistan dalam tiga jam pada 10 November 2025. Amandemen ini menetapkan bahwa Asim akan mengambil alih komando penuh atas lembaga militer, termasuk angkatan udara dan angkatan laut, melalui pembentukan jabatan Kepala Angkatan Pertahanan. Setelah menyelesaikan masa jabatannya, Asim akan mempertahankan pangkatnya dan menikmati kekebalan hukum seumur hidup. Amandemen ini akan diajukan kepada parlemen Pakistan untuk persetujuan akhir.
Panglima Angkatan Darat saat ini setara dengan Panglima Angkatan Udara dan Angkatan Laut, dengan Kepala Staf Gabungan, posisi yang sebelumnya dipegang oleh otoritas yang lebih tinggi, kini akan dihapuskan. Hal ini secara efektif memberi Asim Munir kendali penuh dan total atas militer, yang secara signifikan meningkatkan pengaruhnya terhadap keputusan kebijakan pemerintah.
Meski bukan rahasia lagi bahwa militer telah lama mendominasi negara dalam segala aspeknya, amandemen baru secara konstitusional akan memberikan dominasi ini kepada militer, sehingga negara akan berada di tangan Panglima Militer, dan ia secara resmi akan menjadi penguasa de facto.
Asim Munir mengambil alih komando militer pada November 2022, kemudian mengunjungi Amerika Serikat pada Desember 2023. Di sana, ia menyatakan kesetiaannya kepada Amerika Serikat, menekankan bahwa “pertemuan-pertemuan yang ia lakukan dengan para pemimpin politik dan militer di Amerika Serikat sangat positif.” Asim kembali mengunjungi Amerika Serikat tahun ini, tepatnya pada bulan Juni, dan bertemu dengan presiden Amerika Serikat, Trump, lalu ia menominasikannya untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Asim kemudian mengunjungi negara itu Agustus lalu dan bertemu dengan para pemimpin militernya, dan September lalu ia kembali bertemu dengan Presiden Trump, didampingi Perdana Menteri Syahbaz Syarif, untuk menegaskan kembali kesetiaannya kepada Amerika. Presiden Trump memujinya, dengan menyebut Asim sebagai “panglima lapangan favoritnya!”
Tampaknya Asim Munir merasa bahwa Amerika mendukungnya sampai akhir dan negara itu sepenuhnya berada di bawah kendalinya, yang membuatnya meminta Senat Pakistan untuk melakukan amandemen, sehingga ia dapat memerintah Pakistan mengikuti kebijakan Amerika (hizb-ut-tahrir.info, 12/11/2025).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat