MediaUmat – Merespons kasus siswa salah satu SMA yang diduga balas dendam dengan meledakan peledak sehingga melukai 96 siswa termasuk dirinya karena diduga stres di-bully, Direktur Pamong Institute menyatakan masalah sesungguhnya adalah telah mengakarnya ideologi kapitalisme sekuler dalam diri generasi muda saat ini.
“Ini sebenarnya tidak sesederhana bahwa itu motif balas dendam atau membela diri karena di-bully. Ini berbasis pemahaman ideologi kapitalisme sekuler yang betul-betul mengakar di generasi muda kita saat ini,” ujarnya dalam Kabar Petang: Rahasia Kelam di Balik Seragam: Siswa SMA Perakit Bom dari Dark Web, Rabu (12/11/2025) di kanal YouTube Khilafah News.
Karena, jelas Wahyudi, satu motif yang paling mendasar orang melakukan suatu tindakan adalah pemahamannya. Adapun yang menjadi masalah serius adalah motif pemahaman yang berbasis ideologi.
“Hari ini yang terjadi di negeri ini adalah berbasis ideologi kapitalisme sekuler,” ungkapnya.
Menurutnya hal tersebut cukup menyedihkan di negeri ini. “Itu yang kita lihat menyedihkan di negeri ini,” sesalnya.
Pasalnya, jelas Wahyudi, anak usia SMA, yang disebutkan posisinya sebagai ABH (Anak yang Berhadapan dengan Hukum) karena berusia di bawah 18 tahun, menurut hukum sekuler (warisan Belanda) dianggap belum cakap hukum.
“Sehingga tidak dihukum sebagaimana berusia 18 tahun ke atas,” terangnya.
Pandangan Islam tentang Makna Dewasa
Padahal, jelas Wahyudi, dalam pandangan Islam, ketika sudah baligh itu sudah dewasa dan harus berhadapan dengan hukum. Dia sudah harus bertanggung jawab sesuai taklif hukum.
Apabila membaca sejarah, imbuhnya, Muhammad al-Fatih itu umur 21 tahun menaklukkan Konstantinopel sebagai panglima perang.
“Bukan hanya level SMA, bukan hanya level kabupaten atau provinsi tapi level dunia yang begitu hebat,” ucapnya.
Terakhir, ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan siswa SMA bermotif ideologis.
“Inilah menurut saya menggambarkan motif ideologis sekaligus menggambarkan masa depan negeri ini seperti apa,” pungkasnya.[] Nur Salamah
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat