PAKTA Kritik Rencana Pemerintah Kirim Penyintas ke LN

MediaUmat Rencana pemerintah yang ingin memprioritaskan korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk bekerja ke luar negeri, menurut Direktur Pusat Analisis Kebijakan Strategis (PAKTA) Dr. Erwin Permana bukanlah solusi yang tepat terhadap trauma akut yang penyintas alami.

“Kebijakan mengarahkan korban bencana bekerja di luar negeri bukan solusi terhadap trauma akut yang mereka alami,” jelasnya kepada media-umat.com, Kamis (15/1/2026).

Menurut Erwin, yang dibutuhkan para korban bencana saat ini adalah respons yang fokus pada pemulihan langsung seperti penyediaan tempat tinggal layak, dukungan psikososial, pangan, air bersih, layanan kesetahan dan keamanan.

“Banyak korban masih kehilangan rumah, mata pencaharian, dan mengalami keterputusan akses terhadap kebutuhan dasar,” tegas Erwin.

Kebijakan prioritas penempatan kerja migran dengan memanfaatkan penyintas dinilai sebagai bentuk tidak siapnya negara dalam menangani efek bencana yang berat.

“Memanfaatkan tenaga kerja korban bencana untuk mengatasi masalah pengangguran pascabencana dan pemulihan ekonomi keluarga dapat dinilai sebagai bentuk ketidaksiapan negara dalam menyediakan lapangan kerja dan pemulihan ekonomi domestik,” kata Erwin.

Dalam Islam, tambah Erwin, bencana alam merupakan musibah yang menuntut respons cepat. Dalam Islam juga, sangat ditekankan pemulihan korban dan tanggung jawab negara untuk menolong warga yang tertimpa musibah.

“Prinsip ini tertera dalam banyak hadits dan maqāṣid syarʿiyyah yang menempatkan perlindungan jiwa, keselamatan, dan kesejahteraan sebagai prioritas utama,” pungkasnya.[] Fatih Solahuddin

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: