Perdana Menteri entitas Yahudi Netanyahu mengumumkan pada hari Ahad (17/5) bahwa Tel Aviv hampir melenyapkan semua pihak yang bertanggung jawab atas serangan 7 Oktober 2023. Pernyataannya disampaikan setelah tentara entitas Yahudi mengumumkan pembunuhan Izzuddin al-Haddad, panglima tertinggi Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas.
Selama rapat kabinet mingguan, Netanyahu menyatakan bahwa ia telah berjanji untuk melenyapkan setiap dalang di balik serangan dan penyanderaan, “satu per satu, dan kita hampir menyelesaikan misi ini.” Ia juga menegaskan kembali bahwa pasukannya menguasai 60% wilayah Gaza, yang menunjukkan bahwa tentara terus memperluas operasinya di Jalur Gaza, menyusul laporan media tentang pasukan pendudukan yang maju menuju apa yang disebut “garis oranye”. Ia menambahkan, “Hamas berada dalam genggaman kita. Kita tahu persis apa misi kita, dan misi kita adalah untuk memastikan bahwa Gaza tidak akan pernah lagi menimbulkan ancaman bagi (Israel).”
Netanyahu sepenuhnya menyadari bahwa keberanian yang ia tunjukkan itu bukan berasal dari dalam dirinya sendiri, melainkan sepenuhnya berasal dari kepengecutan dan pengkhianatan para penguasa kaum Muslim. Ingat, bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa yang pengecut, dan kepahlawanan yang mereka klaim bukanlah sesuatu yang melekat dan sejati seperti keberanian umat Islam. Namun, kekuatan mereka tidak lebih dari benalu yang menempel “pada tanaman” Amerika dan kekuatan kolonial lainnya, serta para penguasa kaum Muslim (hizb-ut-tahrir.info, 18/5/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat