Muslimah HT Pertanyakan Diamnya Dunia Islam Soal Kekerasan Seksual Gaza

 Muslimah HT Pertanyakan Diamnya Dunia Islam Soal Kekerasan Seksual Gaza

MediaUmat Muslimah Hizbut Tahrir mempertanyakan penyebab diamnya dunia Islam atas praktik penyiksaan seksual dan psikologis yang sistematis dan terorganisir yang dilakukan entitas penjajah Zionis Yahudi kepada para Muslimah Jalur Gaza.

“Apa yang salah dengan kalian, wahai kaum Muslim?” tulis Muslimah Hizbut Tahrir dalam siaran pers yang diterima media-umat.com, Rabu (19/11/2025).

Dahulu, sebutnya, hanya satu kalimat seorang ibu tua yang berduka, lirih namun menghentak dunia: “Wahai Mansur, semua orang bergembira kecuali aku.”

Kalimat itu, jelas Muslimah HT, cukup untuk membuat Panglima Jihad Andalusia Al-Hajib al-Mansur (938-1002) memutar kembali pasukannya. Ia memerintahkan para prajurit agar tidak turun dari kuda, lalu berbaris menuju benteng musuh untuk membebaskan putra ibu tua tersebut dan semua tawanan lainnya.

“Hanya satu suara seorang ibu… namun itu cukup untuk menggerakkan sebuah bala tentara!” tegas Muslimah HT.

Begitu pula Panglima Jihad Khilafah Umayyah Qutaybah bin Muslim (669-715 M), sebut Muslimah HT. Ketika kehormatan Muslimah diinjak, ia menolak setiap tawaran tebusan. Ia memerintahkan hukuman bagi siapa pun yang menyerang orang Islam, dan mengucapkan kata-kata yang bergema hingga hari ini:

“Demi Allah, seorang Muslimah tidak akan pernah gentar karenamu!”

Muslimah HT juga mengingatkan, ketika seorang Muslimah menjerit, “Wa Mu’tasimah!” teriakan itu melesat menembus tirai langit dan sampai ke telinga Khalifah Abbasiyyah Al-Mu’tasim bi’llah (794–842 M) di istananya. Ia tidak menunggu laporan resmi, tidak menunggu kesepakatan internasional, tidak menunggu izin siapa pun. Ia memobilisasi pasukan besar, berjalan ribuan kilometer hanya untuk membebaskan seorang wanita yang teraniaya.

Muslimah HT juga mengingatkan, teriakan para wanita yang ditawan pula yang membuat Panglima Jihad Khilafah Umayyah Muhammad bin al-Qasim (695- 715 M) mengguncang takhta Raja Sindh [Sindh sekarang Pakistan bagian selatan]. Ketika kapal yang membawa para Muslimah ditahan dan mereka disiksa, ia mengirimkan pasukan yang menggulung kekuasaan zalim itu hingga runtuh.

Dan jauh sebelum semua itu, jelas Muslimah HT, ketika aurat seorang Muslimah tersingkap oleh kaum Bani Qaynuqa’, Rasulullah SAW sendiri bangkit. Beliau mengusir seluruh Bani Qaynuqa’ dari Madinah.

“Sebuah penegasan bahwa kehormatan seorang Muslimah bukanlah perkara kecil, bukan sekadar isu domestik—tetapi garis merah yang tak seorang pun boleh melampaui,” tegasnya.

Lalu kini, beber Muslimah HT, ketika para wanita Gaza disiksa, ditelanjangi, diperkosa, dihina, direkam paksa, dan diperlakukan lebih buruk dari binatang, di manakah gema para lelaki yang dulu mengguncang dunia?

“Bagaimana mungkin hidup kalian menyenangkan sementara demikianlah kondisi para wanita merdeka kalian?” tanyanya.

Dalam siaran pers tersebut, Muslimah HT pun menyebutkan, Pusat Hak Asasi Manusia Palestina mengungkapkan, praktik penyiksaan seksual yang sistematis dan terorganisir, termasuk pemerkosaan, penelanjangan, perekaman paksa, dan penyerangan seksual dengan alat dan anjing, di samping penghinaan psikologis yang disengaja yang bertujuan untuk menghancurkan martabat manusia dan menghapus identitas individu sepenuhnya dilakukan oleh entitas penjajah Zionis Yahudi kepada para Muslimah Gaza yang ditawan.

Data tersebut, berdasarkan kesaksian baru yang dikumpulkan oleh para pengacara dan peneliti Pusat Hak Asasi Manusia Palestina dari sejumlah tahanan yang dibebaskan dari Jalur Gaza dari penjara dan pusat penahanan entitas Yahudi.[] Joko Prasetyo

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *