MediaUmat – Diakuinya Somaliland merdeka dari Somalia secara de jure oleh negara ilegal Israel baru-baru ini di tengah penolakan pengakuan dunia, menurut Peneliti Masyarakat Sosial Politik Indonesia (MSPI) Dr. Riyan, M.Ag. secara geopolitik sangat jelas terlihat motif jahatnya.
“Motif jahat entitas Zionis penjajah (yang mengakui Somaliland) sangat jelas secara geopolitik,” ujarnya dalam video Somaliland yang Diakui Israel dan Ditolak Dunia, Sabtu (10/1/2026) di kanal YouTube Khilafah News.
Pasalnya, jelas Riyan, Zionis membutuhkan sekutu di kawasan Laut Merah, salah satunya untuk menghadapi kelompok Houthi di Yaman. Somaliland dinilai sebagai kandidat ideal untuk kerja sama karena dapat memberikan akses operasional yang dekat dengan wilayah konflik.
Ia mengutip pernyataan Institut Studi Keamanan Nasional yang menyebut bahwa posisi geografis Somaliland memungkinkan entitas Zionis memperluas jangkauan militernya ke zona konflik Laut Merah. Selain faktor geopolitik, terdapat pula kepentingan ekonomi di balik langkah tersebut.
Riyan menambahkan, sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023, entitas Zionis berulang kali menyerang target di Yaman. Serangan ini disebut sebagai respons atas aksi kelompok Houthi yang menyerang kapal-kapal milik entitas Zionis di Laut Merah.[] ‘Aziimatul Azka
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat