MSPI: Konflik Yaman, Produk Konvergensi Kepentingan Kekuatan Internasional
MediaUmat – Pengamat Politik dari Masyarakat Sosial Politik Indonesia (MSPI) Dr. Riyan menyatakan konflik di Yaman adalah produk konvergensi kepentingan kekuatan internasional.
“Konflik ini tidak muncul dari kehendak hakiki rakyat Yaman. Sebaliknya, konflik ini adalah produk dari konvergensi kepentingan kekuatan internasional yang bertujuan untuk memperluas pengaruh politik mereka dan menjarah sumber daya negara,” ujarnya dalam siniar Arab Saudi Gempur Yaman, Targetkan Ini, Kamis (8/1/2026) di kanal YouTube Khilafah News.
Awal mula konflik ini, sebut Riyan, ketika Arab Saudi dan koalisinya kembali melancarkan serangan ke Yaman pada Selasa, 30 Desember 2025. Sasarannya kali ini pada pengiriman senjata untuk kelompok separatis di Yaman yang dituding didukung oleh Uni Emirat Arab UEA.
“Bentrokan baru justru muncul di dalam kubu yang selama ini sama-sama menentang pemberontak Houthi,” jelasnya.
Riyan melanjutkan, konflik tersebut berlangsung di tengah gencatan senjata rapuh yang telah bertahan sekitar tiga setengah tahun.
“Perang di dalam perang inilah memperlihatkan retaknya aliansi pemerintah Yaman, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab,” bebernya.
Menurut Riyan, konflik di Yaman kerap dibungkus dengan slogan nasionalisme dan proyek politik lokal, yang pada kenyataannya menyamarkan kepentingan aktor-aktor eksternal.
“Konflik ini diselubungi oleh slogan-slogan nasionalistik dan kepentingan politik lokal, sehingga penjajah asing tetap bercokol dan mengendalikan arah konflik,” ujarnya.
Kemudian ia menyoroti dampak kemanusiaan yang terus memburuk akibat konflik berkepanjangan tersebut. Sementara ratusan ribu warga Yaman selama konflik ini berlangsung telah tewas menjadi korbannya.
Ia mempertanyakan sikap dunia Islam terhadap konflik yang terus memecah belah Yaman.
“Pertanyaan pentingnya, apakah dunia Islam dan kaum Muslimin akan terus diam membiarkan perpecahan di Yaman berlangsung, sementara rakyatnya terus menjadi korban?” pungkas Riyan.[] Muhammad Nur
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat