Ma’al Hadits al-Syarif: Bagaimana Mempersiapkan Kematian

Dalam Fathul Baari Syarah Shahīh al-Bukhāri, karya Ibnu Hajar al-Asqalani, dalam bab tentang “Surga Lebih Dekat kepada Salah Seorang dari Kalian daripada Tali Sandalnya, dan Neraka juga Seperti Itu”:

Telah menceritakan kepadaku Musa bin Mas’ud, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Manshur dan Al-A’masy, dari Abu Wail, dari Abdullah radliallahu ‘anhu, yang berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« الْجَنَّةُ أَقْرَبُ إِلَى أَحَدِكُمْ مِنْ شِرَاكِ نَعْلِهِ وَالنَّارُ مِثْلُ ذَلِكَ «

Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya, neraka juga seperti itu.”

Ibnu al-Jauzi berkata, membenarkan hal ini: “Makna hadits ini adalah bahwa surga mudah diraih dengan memperbaiki niat dan mengerjakan amal ketaatan, juga demikian dengan neraka, ia mudah diraih dengan mengikuti hawa nafsu dan mengerjakan amal kemaksiatan.”

Namun, pembahasan di sini menunjukkan fakta bahwa melakukan amal ketaatan merupakan sebab masuk surga, dan melakukan amal kemaksiatan merupakan sebab masuk neraka. Anda lihat, seorang Muslim yang bertakwa bersegera melakukan amal ketaatan dengan khidmat, mengerjakannya dengan begitu mudah dan nyamannya, sementara orang yang hatinya tidak khidmat terhadap amal ketaatan, maka ia menganggap enteng hukum-hukum Islam dan meremehkannya, serta malas mengerjakannya.

Hadits di sini menyerukan agar seseorang tidak meremehkan atau menyepelekan amal ketaatan apa pun bentuknya, melainkan bersegeralah untuk beramal saleh dan melakukan hal-hal yang baik, sebab surga benar-benar dekat, lebih dekat daripada tali sandal. Kapankah umat lebih membutuhkan amal saleh daripada saat ini? Kapankah umat lebih membutuhkan perjuangan dan amal ketaatan daripada saat ini? Tak diragukan lagi, apa yang sedang dialami umat saat ini menuntut amal ketaatan, perjuangan, kerja keras, kedermawanan, dan pengorbanan. Inilah saatnya untuk berjuang, dan inilah saatnya untuk berkorban. Apa yang akan tersisa dari umat ini setelah Islam lenyap dari eksistensinya? Jika tidak, maka kematian itu selalu menunggu kita setiap saat. Untuk itu marilah kita persiapkan diri dengan melakukan amal-amal ketaatan, bahkan dengan sebaik-baiknya amal ketaatan, yakni berjuang bersama para pejuang untuk menegakkan kembali Khilafah Rasyidah kedua ‘ala minhājin nubuwah, apalagi saat ini merupakan waktu dimana Khilafah yang dijanjikan akan tegak kembali, dengan izin Allah SWT.

Ya Allah, segerakanlah untuk kami tegaknya Khilafah Rasyidah ‘ala minhājin nubuwah, yang dengannya umat Islam akan bersatu, dan dengannya musibah yang dideritanya akan diangkat dari mereka. Ya Allah, terangi bumi dengan cahaya wajah-Mu yang mulia. Allāhumman āmīn āmīn! [] Abu Maryam

Sumber: hizb-ut-tahrir.info,  19/11/2025.

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: