MediaUmat – Ulama KH Rokhmat S. Labib menyatakan berbagai kerusakan yang dilakukan manusia di dunia disebabkan tidak adanya iman.
“Berbagai kerusakan yang dilakukan oleh manusia, penyebabnya adalah tiadanya iman, tidak adanya akidah,” ucapnya dengan lantang pada acara Muslimpreneur Forum (MF): Pesan Penting yang Mengokohkan Pengusaha dan Ummat untuk Berjuang Totalitas di Jalan Islam! di kanal YouTube Rokhmat S. Labib, Jumat (14/11/2025).
Dengan kata lain, jelasnya, tidak ada keyakinan terhadap Allah, tidak ada keyakinan bahwa manusia akan dibangkitkan di Hari Kiamat untuk dimintai pertanggungjawaban atas semua yang dikerjakan dan dibalas atas apa yang dikerjakan.
“Kenapa orang berani mencuri? Karena dia yakin bebas dari hukuman,” ujarnya.
“Koruptor itu, kalau dia yakin pasti ditangkap, pasti akan dipenjara, tidak akan berani melakukan korupsi,” imbuhnya.
Akan tetapi, jelas Kiai Labib, kalau dia tidak yakin kelak dibangkitkan dan harus mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan niscaya tidak berani.
“Orang-orang yang bertakwa, jangankan dikasih, ini Pak hasil korupsi. Uang lewat di depannya haram, meskipun tidak ada orang, tidak akan berani mengambilnya,” terangnya.
Karena, kata Kiai Labib, dia ingat, Allah melihat apa yang dikerjakan dan akan dibangkitkan di Hari Akhir.
Bukan hanya soal perdagangan, jelas Labib, dalam hal lain juga demikian. Bahkan semua kejahatan dasarnya adalah tiadanya iman terhadap Hari Akhir.
“Netanyahu berani membantai kaum Muslimin di Palestina, demikian juga Amerika, bahkan semua penguasa, mereka dengan mudah menzalimi rakyatnya, melakukan kerusakan, menumpahkan darah bahkan pemerkosaan segala macam, pangkalnya adalah tiadanya iman,” pekiknya dengan lantang.
Membangun Peradaban Islam
Oleh karena itu, menurut Kiai Labib, pentingnya membangun peradaban yang dapat menghadirkan kebaikan bagi manusia.
“Maka, Saudara-saudara yang dirahmati Allah, karena kita sudah tahu apa yang menjadi penyebab kerusakan, maka penting untuk membangun peradaban yang benar. Peradaban yang bukan hanya maju secara teknologi, tetapi peradaban yang hadirkan kebaikan kepada manusia fiddunya wal akhirah [di dunia dan akhirat],” paparnya.
Menurutnya, peradaban yang didasarkan pada akidah Islam sebagai satu-satunya solusi. Tidak ada alternatif lain.
Terakhir, ia menegaskan metode untuk menegakkan peradaban Islam dimaksud tiada lain selain khilafah Islam.
“Peradaban ini tidak hanya diyakini oleh satu orang atau dua orang. Tetapi peradaban yang diterapkan dalam sebuah institusi negara. Itulah khilafah Islam,” pungkasnya.[] Nur Salamah
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat