Kiai Labib: Bencana Jadi Azab atas Keingkaran, Bisa Juga Ujian Keimanan

MediaUmat Menyikapi berbagai bencana yang terjadi saat ini, Ulama KH Rokhmat S. Labib menjelaskan bencana bisa menjadi azab akibat keingkaran, termasuk pembiaran terhadap kezaliman, sekaligus ujian bagi orang beriman untuk meraih ampunan dan rahmat Allah SWT.

“Musibah itu tidak selalu bermakna satu. Ada musibah yang merupakan azab akibat keingkaran kepada Allah dan sikap membiarkan kezaliman, tetapi ada pula musibah yang menjadi ujian bagi orang-orang beriman untuk mendapatkan ampunan dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala,” terangnya dalam siniar Tidak Maksiat, Bagaimana Bisa Ikut Tertimpa Musibah? yang ditayangkan kanal YouTube Rokhmat S. Labib, Rabu (17/12/2025).

Dalam pandangannya, musibah yang berfungsi sebagai azab tidak turun secara tiba-tiba, melainkan merupakan konsekuensi dari sikap akidah manusia yang menolak tunduk kepada hukum Allah dan mengabaikan kewajiban mencegah kezaliman yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat.

“Ketika manusia tidak mau tunduk kepada hukum Allah dan membiarkan kemungkaran berlangsung, tidak ada amar ma’ruf nahi mungkar, maka azab itu layak turun. Musibah menjadi peringatan sekaligus hukuman dari Allah atas keingkaran tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kiai Labib menyoroti sikap manusia yang menganggap dirinya bebas tanpa aturan Tuhan.

“Manusia merasa bebas melakukan apa saja tanpa tunduk pada aturan Allah, dan anehnya mereka malah mau diatur oleh sesama manusia. Padahal, aturan manusia sering kali berujung pada eksploitasi, karena pembuat aturan tidak akan membuat aturan yang merugikan dirinya sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, sikap menolak aturan Allah merupakan durhaka terbesar.

“Allah menciptakan manusia. Namun manusia tidak mengakui Allah sebagai Tuhannya. Bahkan, mereka menganggap selain Allah sebagai Tuhan mereka, ini adalah dosa besar yang tidak diampuni.”

Namun, pandangan berbeda berlaku bagi orang-orang yang beriman. Musibah bagi mereka bukanlah azab, melainkan ujian dari Allah untuk mengangkat derajat, menghapus dosa, dan memberikan ampunan serta rahmat-Nya.

“Bagi orang beriman, musibah bukan azab. Ia adalah ujian dari Allah untuk mengangkat derajat, menghapus dosa, dan memberikan ampunan serta rahmat-Nya,” jelas Kiai Labib.

Ia menegaskan, meskipun secara lahiriah semua manusia yang terkena musibah mungkin mengalami penderitaan yang sama, di hadapan Allah nasib mereka berbeda.
“Secara zahir bisa saja sama-sama kehilangan harta, rumah, bahkan nyawa, tetapi di sisi Allah keadaannya berbeda. Orang beriman akan dibangkitkan sesuai amalnya, bukan sebagai orang zalim,” terangnya.

Kiai Labib mengajak umat untuk menerima musibah dengan sabar dan penuh kesadaran bahwa semuanya berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.

“Allah memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Mereka yang ketika tertimpa musibah mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un akan mendapatkan ampunan, rahmat, dan petunjuk dari Allah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kesabaran dalam menghadapi musibah bukan hanya kewajiban, tetapi juga jalan untuk naik derajat di sisi Allah.

“Orang yang sabar menghadapi musibah dengan penuh keimanan dan tawakal, justru akan mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah, serta menjadi petunjuk bagi sesama,” kata Kiai Labib.

Di sisi lain, ia mengingatkan, tidak ikut melarang kezaliman dan membiarkan kemungkaran menjadi sebab seseorang turut terkena musibah sebagai azab.

“Orang yang tidak melarang kezaliman, atau bahkan mendukung pelaku kezaliman, maka azab itu akan menimpa mereka. Mereka tidak hanya menanggung dosa, tapi juga menjadi penyebab musibah,” tegasnya.

Kiai Labib menutup penjelasannya dengan mengingatkan, meskipun musibah menyebabkan kesedihan manusiawi, orang beriman harus meneguhkan hati dengan sabar dan keimanan.

“Siapa yang tidak sedih kehilangan harta, keluarga, dan kesenangan? Namun, bagi mereka yang bersabar dan meyakini inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, maka musibah itu justru menjadi sebab naiknya derajat dan mendapat rahmat dari Allah,” pungkasnya.[] Zainard

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: