Khilafah News: Janji Makan Siang dan Susu Gratis Tidak Realistis
Mediaumat.info – Janji salah satu pasangan capres yang akan memberikan makan siang bergizi dan susu gratis bagi anak-anak sekolah hingga pesantren dinilai narator Khilafah News tidak realistis dan juga sebuah ironi.
“Pemberian makan siang bergizi dan susu gratis ini tidak realistis karena akan memakan biaya yang sangat besar. Dan lebih ironinya adalah kebutuhan susu masih dipasok dari impor,” tuturnya dalam Kabar Pagi: 450 T Per Tahun Untuk Makan Siang Dan Susu Gratis | Janji Logis? di kanal YouTube Khilafah News, Rabu (27/12/2023).
Narator pun mengutip pernyataan Dewan pengarah salah satu pasangan capres yang menyebut makan siang gratis yang akan diberikan langsung kepada siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga pesantren, dengan anggaran mencapai 450 triliun per tahun.
“Ini tentu biaya yang sangat besar. Bila direalisasikan selama lima tahun atau satu periode pemerintahan maka biayanya bisa mencapai 2.250 triliun tanpa menghitung kenaikan inflasi dan bertambahnya jumlah siswa,” beber narator.
Menurut narator, program bagi-bagi susu gratis ini menjadi ironi lantaran kebutuhan susu dalam negeri selama ini dipasok dari impor.
“Kebutuhan susu di Indonesia mencapai 4,4 juta ton pada tahun 2022. Kebutuhan susu tahun 2023 maupun tahun-tahun mendatang tentunya akan mengalami kenaikan seiring bertambahnya produk, perbaikan kondisi ekonomi, dan juga faktor lain,” urainya.
Ia juga mengungkapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistin (BPS), hingga tahun 2022 produksi susu segar dalam negeri hanya mencapai 968.980 ton atau sekitar 12 persen dari kebutuhan nasional yang mencapai 4,4 juta ton.
“Walau ada kenaikan per tahun tetap belum bisa mengejar angka kebutuhan susu segar dalam negeri, sisanya masih dipenuhi impor atau sekitar 78 persen. Apakah anggaran untuk susu ini logis?” pungkasnya.[] Erlina