Kejahatan Penutupan Masjidil Aqsa

Lebih dari sebulan telah berlalu sejak kejahatan penutupan kiblat pertama dari dua kiblat dan masjid suci ketiga dari dua masjid suci, Masjidil Aqsa yang diberkahi, di mana umat Muslim telah dicegah untuk melaksanakan shalat dan beriktikaf di dalamnya, sebuah larangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa dekade, dengan dalih palsu dan alasan yang dibuat-buat. Dalam menghadapi kejahatan keji ini, kami tidak melihat alternatif lain selain mencatat poin-poin berikut:

Pertama: Kejahatan penutupan Masjidil Aqsa ini dilakukan karena kaum Muslim pada umumnya tetap pasif, sedang para penguasa mereka yang khianat dan bersekongkol tetap membisu, bahkan berkolusi. Sementara itu, kaum Yahudi yang menduduki wilayah tersebut tidak menyia-nyiakan upaya atau kesempatan untuk merusak tempat-tempat suci kita, agama kita, dan hukum Syariah kita yang benar, dalam melakukan semua itu mereka didorong oleh keserakahan dan impian mereka untuk membangun kuil mereka di atas reruntuhan Masjidil Aqsa yang diberkahi.

Kedua: Penutupan Masjidil Aqsa yang diberkahi adalah mata rantai dari sebuah rencana yang lebih besar, yang dijalankan oleh aliansi Yahudi-Salib yang tujuan utamanya adalah untuk menghancurkan Masjidil Aqsa dan membangun kuil mereka di atas tanah yang sucikan itu.

Ketiga: Kejahatan menutup Masjidil Aqsa adalah untuk menjinakkan perasaan kaum Muslim, sehingga mereka terbiasa dengan penghinaan dan perendahan, serta tidak bergerak ketika tempat-tempat suci dan kehormatan mereka disentuh dan diserang.

Kesimpulannya, penting untuk mengingat kedudukan Masjidil Aqsa yang diberkahi di antara seluruh umat Islam, dan perlunya tentara mereka untuk dimobilisasi di timur dan barat bumi guna menolong dan membebaskannya dari para perampas kekuasaan yang jahat, serta untuk memenuhi kabar gembira Nabi kita yang mulia Muhammad SAW ketika beliau bersabda:

«لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ، فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ، حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ، فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ، هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ، إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ«

Hari Kiamat tidak akan datang sampai kaum Muslim memerangi kaum Yahudi, dan kaum Muslim akan membunuh mereka, sampai orang Yahudi bersembunyi di balik batu atau pohon, kemudian batu atau pohon itu akan berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada seorang Yahudi di belakangku, datang dan bunuh dia,’ kecuali pohon gharqad (boxthorn), yang merupakan salah satu pohon milik orang Yahudi.

Hal ini pasti akan terwujudkan, insya Allah, baik melalui kita maupun orang lain. Maka marilah kita bergegas untuk mengangkat dunia dan akhirat, dan marilah kita membangun negara Khilafah kita, menerapkan syariat kita, melindungi kehormatan kita, menjaga tempat-tempat suci kita, dan mengembalikan kejayaan kita. Untuk hal tersebut, hendaklah berjuang orang-orang yang mampu berjuang untuk mewujudkannya.

﴿وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ﴾

Dan Allah Maha Kuasa atas segala urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” (TQS. Yunus [10] : 21). [] Ustadz Abdul Hamid Abdul Hamid

Sumber: alraiah.net, 1/4/2026.

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: