Pertemuan baru-baru ini antara Trump dan para pemimpin Eropa menjadi cermin yang dengan gamblang menunjukkan perpecahan mendalam yang menggerogoti inti peradaban Barat. Sehingga Barat yang dengan bangga dan sombong mengklaim kebebasan dan keadilannya, tampak dalam pertemuan-pertemuan semacam itu sebagai entitas yang runtuh, diombang-ambingkan oleh keinginan para pemimpinnya dan terbelah oleh kepentingan-kepentingan sempit mereka.
Perpecahan ini bukanlah fenomena spontan, melainkan ciri esensial struktur hubungan Barat, di mana kepentingan nasional berbenturan, yang menunjukkan rapuhnya persatuan mereka. Barat bersatu melawan kaum Muslim sebab didorong oleh permusuhan yang mengakar, namun mereka terpecah belah ketika ambisinya berbenturan.
Pertemuan itu, dengan implikasinya, mengungkap realitas Barat: hati yang terbelah, kepentingan yang saling bertentangan, dan tidak adanya nilai-nilai yang mereka klaim sendiri, sebagaimana firman Allah SWT.:
﴿تَحْسَبُهُمْ جَمِيعاً وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى﴾
“Kaumu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah.” (TQS. Al-Hasyr [59] : 14).
Mereka dipersatukan oleh permusuhan terhadap Islam dan kepentingan pribadi, sebaliknya mereka terpecah belah oleh keegoisan dan perebutan kendali.
Sementara di hadapan perpecahan mereka ini, berdiri umat Islam yang terpanggil untuk menghidupkan kembali negara yang bijak, yang dengan izin Allah, akan segera menjadi mercusuar keadilan dan kehormatan, mempersatukan kaum Muslim yang tercerai-berai, dan akan melampaui Barat dalam kekuatan ideologi dan persatuannya.
Dengan demikian, kembalinya Khilafah Rasyidah ‘ala minhājin nubuwah bukan sekadar mimpi, melainkan janji Allah SWT. dan kabar gembira (busyra) dari Rasul-Nya Saw., yang dengannya kaum Muslim akan menang atas musuh-musuhnya, serta mengembalikan cahaya keadilan dan rahmat (kedamaian dan kasih sayang) bagi umat manusia. Tegaknya kembali Khilafah akan menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa hanya Islam satu-satunya yang mampu memimpin peradaban dan menyelamatkan umat manusia dari kegelapan kepentingan pribadi dan perpecahan (alraiah.net, 10/9/2025).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat