Kapitalisme Terkikis dari Dalam

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatalan semua perintah yang dikeluarkan menggunakan sistem tanda tangan otomatis, dengan alasan bahwa sekitar 92% dokumen yang ditandatangani dengan cara ini tidak sah dan tidak memiliki dampak hukum karena tidak ditandatangani secara pribadi oleh Biden.

Trump menegaskan niatnya untuk mencabut semua perintah eksekutif dan dokumen lain yang tidak ditandatangani secara pribadi oleh Biden (france24.com, 29/11/2025).

Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi luas dengan pengumuman yang menyatakan bahwa ia membatalkan semua perintah eksekutif yang dikeluarkan selama pemerintahan pendahulunya, Joe Biden, sebuah langkah yang dianggap sebagian orang sebagai langkah hukum radikal yang merusak warisan pemerintahan Biden.

Namun, setelah diteliti lebih lanjut, kami menemukan bahwa pengumuman ini secara hukum tidak bertujuan untuk membatalkan keputusan tersebut, dan juga tidak secara otomatis membatalkan perintah eksekutif apa pun. Sebaliknya, hal ini membuka jalan bagi pembatalan keputusan di kemudian hari, membuka pintu bagi pertempuran hukum, dan menimbulkan keraguan terhadap legitimasi Biden secara keseluruhan, karena dalam sistem Amerika Serikat terdapat empat mekanisme resmi untuk membatalkan perintah eksekutif yang telah dikeluarkan, yang secara singkat adalah sebagai berikut:

* Perintah eksekutif baru dikeluarkan untuk mencabut perintah sebelumnya.

* Legislasi yang disahkan oleh Kongres.

* Putusan pengadilan.

* Perintah tersebut berakhir secara otomatis.

Oleh karena itu, pengumuman ini bukan dimaksudkan untuk membatalkan satu keputusan pun, melainkan untuk membatalkan pengampunan yang dikeluarkan oleh Biden di akhir masa jabatannya, dan semua perintah eksekutif serta dokumen yang menurutnya ditandatangani secara otomatis tanpa kehadiran Presiden Biden.

Pengumuman ini merupakan sikap politik dan peningkatan retorika yang bertujuan untuk mempertanyakan legitimasi kebijakan Biden sebelumnya dan meningkatkan citra Trump di mata basis pendukungnya sebagai sosok yang mencerminkan kehendak mereka dan mengakhiri apa yang dianggapnya sebagai praktik yang salah.

Tindakan-tindakan ini berdampak tidak langsung pada reputasi Amerika Serikat, terutama karena menyoroti perselisihan internal, memperdalam perpecahan internal, dan mengasingkan rakyat dari pemerintah yang saling bertentangan. Oleh karena itu, dalam beberapa hari terakhir kita telah menyaksikan keberhasilan populisme di antara para presiden negara bagian, yang merupakan tanda-tanda jatuhnya hegemoni Amerika dan keretakan yang tidak dapat diperbaiki.

Apa yang dilakukan Trump memperjelas citra Amerika yang sebenarnya kepada dunia dan terutama kepada rakyatnya sendiri, hal itu secara bertahap mengurai ikatan kapitalisme satu per satu, hingga citra ini menjadi jelas tentang kriminalitas kebijakan Amerika, bahwa Amerika bekerja untuk kepentingan pribadi dan tidak peduli dengan darah yang tertumpah di seluruh dunia, bahkan jika itu adalah darah Amerika sendiri. Konflik antara pihak yang berkuasa akan segera menyebabkan perpecahan Amerika Serikat, insya Allah, karena tangan mereka penuh dengan darah dan kejahatan terhadap kemanusiaan, bahkan skandal mereka tidak dapat diterima oleh umat manusia dalam bentuk apa pun.

Orang-orang bijak di alam semesta ini harus menyingkirkan ideologi keserakahan ini dan berupaya menggantinya agar keadilan dan kehidupan bahagia dapat terwujud di planet ini, jauh dari kebencian kapitalisme.

Wahai kaum Muslim: Solusinya ada di tangan kalian, maka bangkitlah untuk menolong agama ini dan bekerjalah dengan mereka yang berupaya untuk menghidupkan kembali kehidupan Islami dan mendirikan Khilafah Rasyidah ‘ala minhājin nubuwah sesegera mungkin. Allah SWT berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ﴾

Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (TQS. Muhammad [47] : 7). [] Nabil Abdul Karim

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 20/12/2025.

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: