Kapitalisme Demokratis Bagaikan Kumbang yang Jika Disentuh Baunya Busuk!

Kantor Presiden entitas Yahudi, Isaac Herzog, menyatakan bahwa presiden menerima surat dari mitra Amerikanya, Donald Trump, yang meminta pengampunan bagi Perdana Menteri Netanyahu, yang sedang diadili atas tuduhan korupsi. Trump mengatakan dalam suratnya, “Saya yakin kasus terhadap Bibi (Netanyahu), yang telah berjuang bersama saya sejak lama, termasuk melawan musuh bebuyutan (Israel), Iran, adalah pengadilan politik yang tidak dapat dibenarkan.”

Ia melanjutkan, “Sudah waktunya Bibi mempersatukan (Israel) dengan memaafkannya dan mengakhiri pertempuran hukum ini untuk selamanya.” Ia juga mencatat dalam suratnya bahwa Netanyahu “sedang terlibat dalam proses menghubungi para pemimpin kunci Timur Tengah untuk mengajak beberapa negara lain bergabung dalam Perjanjian Abraham.” (aljazeera.net, 12/11/2025).

**** **** ****

Dalam sebuah adegan yang dengan jelas memperlihatkan realitas kebijakan demokrasi Barat dan standar gandanya, Trump secara terbuka meminta presiden entitas Yahudi untuk mengampuni penjahat Netanyahu, bukan karena ia dirugikan atau tidak bersalah, tetapi karena ia dituduh melakukan korupsi keuangan, sementara ia sama sekali mengabaikan kejahatan yang dilakukannya terhadap kemanusiaan, yang mereka banggakan, terhadap rakyat Gaza dan Tepi Barat, serta darah anak-anak, wanita dan orang tua yang ditumpahkan atas perintahnya, dengan dukungan langsung dari Amerika, kepala sang kriminalitas di dunia.

Sikap terang-terangan ini tidak mengejutkan siapa pun yang menyadari realitas konflik, dan yang memahami bahwa Amerika, pemimpin Perang Salib, dan entitas Yahudi, pemimpin Yudaisme Zionis, memiliki pandangan yang sama terhadap kaum Muslim: pandangan permusuhan yang terang-terangan. Trump dan para pemimpin Barat lainnya memandang kaum Muslim hanya sebagai musuh yang harus ditumpas, dan mereka selalu berdiri bersama para pembunuh dan perampas tanah kaum Muslim, dengan senjata, uang, hak veto, dan perlindungan politik.

Wahai kaum Muslim! Contoh kapitalisme demokratis, dengan gagasan, sistem, dan pandangan dunianya yang begitu gigih diproklamirkan oleh kaum kafir Barat dan penjajah bagaikan kumbang bombardir; jika disentuh, ia akan berbau busuk. Adakah kejahatan yang lebih besar daripada yang dilakukan oleh Trump, kroni-kroninya, dan para pengikutnya di seluruh dunia?! Setelah semua ini, masihkah ada di antara kaum Muslim yang menaruh harapan pada Trump atau para pengikutnya?! Bukankah memalukan bahwa rezim-rezim yang ada di negeri-negeri Islam berlomba-lomba mendekati tiran ini?! Al-Qur’an telah mengungkapkan kondisi orang-orang yang bersekutu dengan musuh-musuh Allah dan mempertaruhkan keridhaan mereka, sebagaimana Allah SWT berfirman:

﴿فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَن تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ﴾

Maka, kamu akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani) seraya berkata, ‘Kami takut akan tertimpa mara bahaya’.” (TQS. Al-Maidah [5] : 52). Namun hasilnya tidak dapat dielakkan,

﴿فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنفُسِهِمْ نَادِمِينَ﴾

Sehingga mereka menyesali apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” (TQS. Al-Maidah [5] : 52).

Wahai kaum Muslim: Sudah saatnya untuk menyingkirkan para tiran ini dan memotong tangan para penguasa mereka di Barat, serta menundukkan mereka ke dalam agama kita yang agung, dan berjuang sama dengan mereka yang tengan memperjuangkan berdirinya Khilafah Rasyidah yang akan meminta pertanggungjawaban para koruptor dan pembunuh, menolong mereka yang tertindas, mengemban risalah Islam dengan keadilan dan cahayanya ke seluruh dunia, serta mencabut pengaruh Amerika dan para pengikutnya dari akarnya. [] Abdul Mahmud Al-Amiri – Wilayah Yaman

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 17/11/2025.

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: