ISN Langsa: Yang Paling Mengejutkan, Muncul Banyak Batang Pohon Hancurkan Permukiman

MediaUmat Koordinator Islam Selamatkan Negeri (ISN) Langsa Angga Asnawi menilai fenomena yang sangat mengejutkan adalah muncul banyak sekali batang-batang pohon raksasa yang berhamburan di jalan-jalan hingga menghancurkan jalur utama dan permukiman warga.

“Fenomena yang sangat mengejutkan adalah muncul banyak sekali batang-batang pohon yang sangat besar raksasa yang apa namanya yang bergelimpangan di jalan jalur sudah hancur termasuk juga rumah saya itu hancur tidak tersisa tinggal tapak rumahnya saja dan sebagian dikelilingi rumah saya itu oleh batang-batang pohon,” jelasnya dalam Live Media Umat: Bencana Sumatera, Negara di Mana? di kanal YouTube Tabloid Media Umat, Ahad (14/12/2025).

Angga menyampaikan kesaksian tersebut, selain sebagai relawan ISN juga sebagai penyintas dan salah satu warga Aceh Tamiang yang mengalami langsung banjir besar yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, peristiwa ini sangat mengejutkan warga Aceh Tamiang. Selain itu, peristiwa tersebut menjadi salah satu penyebab kepanikan, karena menurut warga setempat, hal seperti ini belum pernah terjadi dalam seumur hidup mereka. Banyak yang tidak menyangka bahwa banjir akan mencapai ketinggian tiga sebagaimana terjadi di tempat tinggal Angga. Hingga lima meter di tempat lainnya.

“Ini di luar daripada dugaan mereka. Banyak orang-orang yang tetap bertahan di rumahnya menganggap bahwa tidak akan mungkin atau tidak pernah terjadi karena banjir setinggi ini makanya ketika air itu semakin besar, akhirnya masyarakat terjebak di rumah mereka untuk tidak bisa keluar dari kampungnya karena di beberapa wilayah sudah menghadang jalur keluar daripada kampung mereka. Maka mereka sebagian bertahan di atap-atap rumah mereka,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyoroti adanya keanehan dalam banjir tersebut yang dipenuhi oleh batang-batang pohon yang sangat besar dan batang-batang pohon ini memang sudah sangat rapi (dipotong).

Aktivitas Pemerintah Sangat Lambat

Selama pascabanjir, Angga menilai respons dari pemerintah ini sangat lambat.

“Kenapa? Karena sisa kayu itu masih di rumah-rumah warga termasuk yang di daerah kami itu belum sedikit pun disentuh, yang membersihkan kayu-kayu tersebut adalah warga secara gotong-royong agar masyarakat bisa melewati akses utama,” jelasnya.

Berikut versi yang sudah dirapikan agar lebih jelas dan mudah dibaca:

Di sebagian tempat, jelas Angga, kayu-kayu berukuran raksasa belum bisa diangkut. Hal ini membuat masyarakat resah karena mereka tidak bisa melewati kayu-kayu tersebut untuk sampai ke rumah mereka. Ditambah lagi, banyak wilayah yang terisolir akibat putusnya akses jalan, sehingga keadaan menjadi sangat sulit.

Ia melihat bantuan juga masih sedikit terjamah ke seluruh masyarakat itu, bantuan alat berat juga masih sedikit sekali. “Kami melihat tenda-tenda ini kemarin dan sebagian besar tenda-tenda itu dibuat secara sederhana,” imbuhnya.

Situasi RI 1 Hadir Ke Lokasi Bencana

Lebih jauh Angga mengkritisi ketika RI 1 kemarin hadir. “Kami melihat di jalur utama jalur lintas Sumatera itu karena ada pengungsi yang mengungsi di atas jembatan lintas tersebut maka kemarin kami melihat H-1 RI 1 datang itu sudah terpasang tenda-tenda baru dari BNPB,” ujarnya.

Jadi, menurutnya, menimbulkan pertanyaan yang muncul di tengah-tengah masyarakat.

“Kenapa hal itu bisa terjadi bahkan akses yang kemarin itu sangat lama untuk bisa dilalui jalan lintasnya, ketika RI 1 mau hadir maka hasil itu segera diselesaikan begitu cepat,” pungkasnya.[] Muhammad Nur

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: