Iran Menyerukan Pendekatan Baru untuk Investigasi Fasilitas Nuklirnya yang Dibom

Arab48, 21/11/2025 – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada hari Jumat menekankan perlunya mengadopsi pendekatan baru untuk memungkinkan inspektur dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengakses fasilitas nuklir Iran yang dibom Juni lalu.

“Kita membutuhkan metode atau kerangka kerja untuk inspeksi di fasilitas-fasilitas ini,” ujar Araqchi kepada The Economist dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan di kanal Telegram miliknya. Ia mencatat “risiko keselamatan dan keamanan akibat persenjataan, rudal, dan material lain yang belum meledak. Ada juga risiko radiasi,” seraya menambahkan bahwa Teheran terus menerima ancaman dari Amerika Serikat terkait pengaktifan kembali fasilitas-fasilitas nuklir ini.

Dengan demikian, Iran telah mengecewakan banyak pihak yang mengharapkannya untuk mulai menarik diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir dan mulai memperkaya bahan yang diperlukan untuk bom nuklir jika terjadi serangan. Iran telah membuktikan tanpa keraguan bahwa ia lemah dan sangat takut terhadap entitas Yahudi dan Amerika, terutama karena oposisi internal menolak rezimnya. Lebih lanjut, banyak orang Iran bekerja sama dengan entitas Yahudi tersebut selama perang 12 hari dan memungkinkannya untuk menyerang target-target tepat di dalam Iran, yang sangat menyakitkan bagi rezim tersebut (hizb-ut-tahrir,info, 23/11/2025).

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: