IJM Dorong Publik Mengoreksi Kebijakan Para Penguasa
MediaUmat – Direktur Indonesia Justice Monitor (IJM) Agung Wisnuwardana mendorong publik agar melakukan koreksi kepada para penguasa.
“Saya mendorong kepada publik agar publik hari ini melakukan koreksi kepada kebijakan-kebijakan para penguasa. Misalnya, kebijakan Kereta Cepat Whoosh,” ulasnya dalam Fokus to the Point: Patgulipat Kereta Api Cepat, Ahad (26/10/2025) di kanal YouTube UIY Official.
Menurutnya, hal yang paling penting untuk publik adalah harus mengawasi pemerintahan ini dalam merencanakan maupun mengeksekusi projek-projek yang ada.
“Misalnya saja, kita bicara tentang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Kereta Cepat Indonesia-Cina. Bagaimana mungkin, proyek ini dipimpin oleh konsorsium BUMN Indonesia 60 persen yang memiliki kapasitas finansial sangat terbatas. Ini menjadi pertanyaan yang sangat menggelitik,” tandasnya.
Publik, jelasnya, bisa memahami dari hal yang paling sederhana sekali yaitu peralihan dari Jepang ke Cina dilakukan dalam waktu yang sangat singkat sekali.
“Hanya beberapa bulan oleh konsorsium Tiongkok,” ujarnya.
Itu artinya, lanjut Agung, kajian ini terbukti tidak realistis karena Jakarta-Bandung melewati lokasi-lokasi yang memerlukan pembebasan lahan yang sangat kompleks dan peluang terjadinya mafia terkait dengan pembebasan lahan itu sangat besar terjadi.
“Hal ini tentu akan menimbulkan risiko finansial yang sangat riil sekali,” ucapnya.
Sementara, sambungnya, kajian terkait dengan antropologinya juga tidak dilakukan.
“Ketika kajian antropologi tidak dilakukan ya problem-problem sosial dan lingkungan tidak terbaca dengan jelas,” tutupnya.[] Novita Ratnasari
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat