MediaUmat – Menanggapi rancangan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk Gaza yang disusun Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Aktivis Muslimah Ustazah Iffah Ainur Rochmah, menyerukan untuk waspada terhadap opini-opini yang dirancang dan dibuat oleh Trump maupun dunia internasional.
“Sahabat waspada ya, bahwa opini-opini yang ada hari ini, benar-benar menempatkan seolah-olah ada kebaikan, dengan rancangan-rancangan yang dibuat oleh Trump dan dunia internasional,” serunya dalam video Trump dan Ambisi New Gaza, Sabtu (24/1/2026) di laman Facebook Iffah Ainur Rochmah.
Iffah menjelaskan, Presiden Trump memperkenalkan konsep Dewan Perdamaian yang diklaim sebagai rencana masa depan Gaza pasca gencatan senjata. Rancangan ini disebut sebagai tindak lanjut dari 20 poin kesepakatan pembangunan Gaza yang sebelumnya telah disusun.
Ia melanjutkan, pada Jumat (23/1/2026), konsep tersebut dipresentasikan oleh Jared Kushner dalam forum World Economic Forum (WEF) yang digelar di Davos.
“Dia memperkenalkan sebuah master plan yang ambisius bertajuk New Gaza. Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa pembangunan Gaza akan dilakukan secara besar-besaran,” ujarnya.
Iffah menambahkan, Jared Kushner juga menegaskan bahwa tidak ada alternatif lain dalam rencana tersebut. Dengan kata lain, proyek ini bersifat final dan tidak menyediakan opsi cadangan.
“Ini adalah plan A, enggak ada plan B. Artinya, Gaza dan Rafah benar-benar akan dibentuk sesuai dengan kepentingan yang telah dipresentasikan dalam master plan pembangunan itu,” terangnya.
Lebih lanjut, Iffah mengungkapkan bahwa inti dari Dewan Perdamaian sejatinya adalah proyek New Rafah New Gaza, yakni pembangunan kota yang sangat modern.
“Ternyata tidak lain adalah New Rafah New Gaza, kota-kota modern dengan kawasan industri, bebas dari konflik militer, serta dibangun ratusan ribu rumah permanen yang terintegrasi dengan energi, transportasi, dan berbagai perangkat modern. Semua ini digagas sebagai peta jalan yang disebut-sebut untuk memberikan masa depan bagi saudara-saudara kita di Gaza dan Rafah,” paparnya.
Bukan untuk Kepentingan Gaza
Di akhir pernyataannya, Iffah menegaskan, proyek tersebut sejatinya bukan ditujukan untuk kepentingan rakyat Gaza, melainkan untuk kepentingan pihak-pihak yang merancangnya.
“Tentu saja kita semua bisa melihat bahwa ini bukan untuk kepentingan saudara-saudara kita di sana. Ini jelas untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka yang menyusun Board of Peace, mereka pula yang merancang proyek dan master plan pembangunan pascaperang,” tandasnya.[] Nandang Fathurrohman
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat