Pada tanggal 24 September 2026, Business Recorder melaporkan bahwa, “Pakistan melancarkan serangan udara dan drone yang presisi terhadap 10 lokasi di Afghanistan yang digunakan untuk meluncurkan dan menyimpan drone, menyusul upaya penerobosan drone dari wilayah Afghanistan; demikian disampaikan oleh Menteri Informasi dan Penyiaran Attaullah Tarar pada hari Kamis (24/9).”
Pertikaian antar kaum Muslim adalah dosa besar. Rasulullah SAW bersabda:
»إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا، فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِي النَّارِ«
“Apabila dua orang Muslim saling berhadapan dengan pedang mereka, maka baik yang membunuh maupun yang dibunuh sama-sama berada di dalam Neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Penerapan Islam dan penyatuan kaum Muslim di bawah satu kepemimpinan yang akan mengakhiri pertikaian ini. Sebagaimana pasukan Aus dan Khazraj yang mengakhiri pertikaian dan keinginan untuk saling membalas dendam, sebab mereka disatukan di jalan Allah SWT, sehingga mereka kemudian berperang dalam satu pasukan melawan orang-orang kafir dalam Perang Badar.
Meskipun Syariah Islam mendefinisikan hak dan kewajiban agama berdasarkan pihak ayah atau laki-laki, yakni bersifat patrilineal (ashabah), namun Syariah Islam menolak keberpihakan atau fanatik buta (ashabiyyah) berdasarkan garis keturunan suku atau nasionalis. Sehingga selama berabad-abad, kaum Muslim dari berbagai suku, ras, bahasa, dan negeri bersatu di bawah satu pemimpin (Khalifah) dan satu negara.
Namun, terlepas dari rencana kaum kafir kolonialis, belum lama berselang dalam sejarah bangsa dan negara, kaum Muslim Afghanistan dan Pakistan pernah berjuang sebagai satu kekuatan bersenjata melawan kaum kafir pada masa pendudukan oleh Uni Soviet. Lantas, mengapa mereka tidak bisa melakukan hal yang sama saat ini dengan bersatu di bawah satu Khalifah yang memerintah berdasarkan Syariat Allah SWT, meskipun kaum munafik dan antek-antek kaum kafir tidak menyukainya?
Hizbut Tahrir menyerukan kepada militer Afghanistan dan Pakistan untuk memberikan nushrah (dukungan militer) demi tegaknya kembali Khilafah Rasyidah ‘ala minhājin nubuwah; maka hendaklah mereka menyambut seruan ini! (hizb-ut-tahrir.info, 28/9/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat