Hadis-Hadis Akhir Zaman dan Turunnya Nabi Isa as

 Hadis-Hadis Akhir Zaman dan Turunnya Nabi Isa as

Soal :

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Kami memohon kepada Allah SWT agar Anda berada dalam kondisi sehat wal afiat dan agar Allah mengaruniai Anda, kita dan seluruh kaum Muslim dengan al-Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian …

Kami bingung dengan kisah-kisah dan khabar-khabar turunnya nabi Isa as di akhir zaman, datangnya al-Mahdi al-muntazhar dan khabar-khabar ad-dajal bermata satu serta kaum Ya`juj dan Ma`juj, apa yang shahih dan apa yang tertolak?

[Hamzeh Shihadeh]

Jawab :

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuhu.

Semoga Allah melimpahkan keberkahan kepada Anda atas doa baik Anda untuk kami dan kamu pun mendoakan kebaikan untuk Anda.

Di awal harus diisyaratkan bahwa khabar-khabar tentang nas-nas syar’iyah baik tentang perkara-perkara masa lalu atau perkara masa depan harus terbukti sehingga dapat diambil, yakni bukan dhaif atau mawdhu’… Dan akan saya sebutkan sejumlah dalil shahih seputar topik pertanyaan Anda, dan saya tidak akan menyebutkan semua dalil, tetapi Anda dapat mendapatkannya dari kitab-kitab fikhiyah yang berkaitan :

  1. Mengenai Ya`juj dan Ma`juj, telah dinyatakan di dalam al-Quran al-karim :

Di surat al-Kahfi :

﴿قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجاً عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدّاً * قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْماً * آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ حَتَّى إِذَا سَاوَى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا حَتَّى إِذَا جَعَلَهُ نَاراً قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْراً * فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْباً * قَالَ هَذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقّاً * وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعاً

“Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” (94) Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, (95) berilah aku potongan-potongan besi”. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu”. (96) Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. (97) Dzulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”. (98) Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya” (TQS al-Kahfi [18]: 94-99).

  1. Adapun mengenai turunnya nabi Isa as. di akhir zaman dan datangnya al-Mahdi al-muntazhar dan khabar-khabar ad-dajal bermata satu, kami telah membahas khabar-khabar ini di dalam jawaban-jawaban sebelumnya, dan saya akan mengutip beberapa di antaranya untuk Anda:

* Jawab Soal pada 1/2/2014, di situ dinyatakan:

“ … Imam Ahmad telah mengeluarkan di Musnad-nya dari Abu Sa’id al-Khudzri, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda:

«أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنَ النَّاسِ وَزَلَازِلَ، فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطاً وَعَدْلاً، كَمَا مُلِئَتْ جَوْراً وَظُلْماً، يَرْضَى عَنْهُ سَاكِنُ السَّمَاءِ وَسَاكِنُ الْأَرْضِ، يَقْسِمُ الْمَالَ صِحَاحاً» فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: مَا صِحَاحاً؟ قَالَ: «بِالسَّوِيَّةِ بَيْنَ النَّاسِ…»

“Aku sampaikan kabar gembira tentang al-Mahdi, yang akan diutus di tengah umatku pada masa perselisihan dan kekacauan di antara manusia. Dia akan memenuhi bumi dengan kefairan dan keadilan, sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan ketidakadilan dan kezaliman. Penghuni langit dan penghuni bumi akan ridha kepadanya. Dia akan membagikan kekayaan secara shihâhan”. Seorang laki-laki bertanya kepada Beliau: “Apa arti shihâhan itu?” Beliau menjawab: “Secara sama rata di antara manusia…”.

 

* Jawab Soal pada 01/04/2016, di situ dinyatakan:

… * Mengenai al-Mahdi, telah dinyatakan sejumlah hadis tentang topiknya: yang shahih, hasan, dha’if dan mawdhu’ … Sepanjang sejarah telah ada sejumlah orang yang mengklaim perkara ini dengan mengklaim bahwa mereka adalah al-Mahdi … Masalah tersebut, tidak sulit untuk membedakan yang baik dari yang buruk dalam hal ini. Cukuplah dalam hal itu, sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis sahih, bahwa al-Mahdi adalah seorang penguasa yang adil yang akan datang di akhir zaman dan dia akan menemukan kezaliman lalu ia akan memerintah dengan adil dan menghapus kezaliman, dan bahwa namanya akan sama dengan nama Rasul saw dan nama ayah Beliau, yaitu “Muhammad bin Abdullah”, dan bahwa ia akan dibaiat di antara Rukun Yamani dan Maqam Ibrahim… dan ia mungkin menjadi salah satu dari para khalifah al-Khilafah ar-Rasyidah yang kedua, dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana:

– Nu’aim bin Hamad telah mengeluarkan di al-Fitan dari Abu Hurairah ra., Beliau saw bersabda:

«يُبَايعُ الْمَهْدِيُّ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ، لَا يُوقِظُ نَائِماً، وَلَا يُهْرِيقُ دَماً»

“Al-Mahdi akan dibaiat di antara Rukn (Ruknu Yamani) dan Maqam (Maqam Ibrahim), dia tidak membangunkan siapa pun yang sedang tidur, dan dia tidak menumpahkan darah”.

Dan dalam satu riwayat lainnya dari Qatadah, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda:

«إِنَّهُ يَخْرُجُ مِنَ الْمَدِينَةِ إِلَى مَكَّةَ فَيَسْتَخْرِجُهُ النَّاسُ مِنْ بَيْنِهِمْ، فَيُبَايعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ وَهُوَ كَارِهٌ»

Al-Mahdi keluar dari Madinah ke Mekah dan orang-orang mengeluarkannya dari tengah mereka, mereka membaiatnya di anyata Rukn dan Maqam dan ia enggan”.

 

– Ibnu Hibban telah mengeluarkan di Shahîh-nya dari ‘Ashim dari Zir dari Abdullah, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda:

«لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَمْلِكَ النَّاسَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي، يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي، وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِي، فَيَمْلَؤُهَا قِسْطاً وَعَدْلاً»

“Tidak akan tegak Hari Kiamat sampai seorang laki-laki dari Ahlu Baitku memerintah manusia, namanya sama dengan namaku dan nama bapaknya sama dengan nama bapakku, dan dia memenuhi bumi dengan kefairan dan keadilan”.

 

– Al-Hakim telah mengeluarkan di al-Mustadrak ‘alâ ash-Shahîhayn dari Abu Sa’id al-Khudzri ra. bahwa Rasulullah saw bersabda:

«يَخْرُجُ فِي آخِرِ أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ يَسْقِيهِ اللَّهُ الْغَيْثَ، وَتُخْرِجُ الْأَرْضُ نَبَاتَهَا، وَيُعْطِي الْمَالَ صِحَاحاً، وَتَكْثُرُ الْمَاشِيَةُ وَتَعْظُمُ الْأُمَّةُ، يَعِيشُ سَبْعاً أَوْ ثَمَانِياً»

“Di akhir umatku akan keluar al-Mahdi. Allah akan menurunkan hujan untuknya, bumi akan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, dia akan memberikan uang dengan shihâhan (sama rata), hewan ternak akan bertambah banyak, dan umat akan menjadi besar. Dia akan hidup selama tujuh atau delapan tahun”.

Yakni musim haji (hijajan) … Dan ada hadis-hadis lainnya.

Dan ketika kita melihat seorang laki-laki dengan sifat-sifat ini maka mungkin dilakukan pembahasan tentang keberadaannya sebagai al-Mahdi atau bukan al-Mahdi. Adapun yang tidak begitu maka tidak dibahas bahwa dia al-Mahdi atau bukan al-Mahdi, tetapi ada pada bab ad-dajal (penipu) dan klaim-klaim yang batil …”, selesai.

* Jawab Soal pada 17/4/2014, di situ dinyatakan:

“ … Adapun topik nabi Isa as. dan turunnya ke bumi dan memerangi ad-dajal … Hadis-hadis shahih telah dinyatakan dalam topik ini yang menunjukkan bahwa ad-dajal merupakan seorang laki-laki yang sesat menyesatkan yang datang di akhir zaman yang kadang dia mengatakan bahwa dia Allah dan kadang mengatakan bahwa dia adalah al-Masih, secara bohong dan dusta. Dia memperlihatkan kepada manusia semisal surga dan semisal neraka. Apa yang dilihat orang surga, pada hakikatnya merupakan neraka, dan apa yang dilihat orang neraka pada hakikatnya merupakan air yang manis dan dingin … Dia menghukum dengan keras siapa yang menyalahinya. Dan dia memberi orang yang menaatinya kenikmatan duniawi seperti makanan, daging dan air … dan menghalanginya dari orang yang menyalahinya. Tetapi dia menghalangi kenikmatan ini dari orang mukmin, tidak membahayakan orang mukmin tersebut. Ad-dajal lebih hina bagi Allah dari untuk dapat menimpakan fitnah terhadap orang mukmin … Di atas semua itu, dia merupakan fitnah dan cobaan bagi manusia. Seorang mukmin tahu bahwa dia pendusta dan penipu sehingga mukmin itu tetap teguh di atas keimanannya apapun yang menimpanya dengan keras dari tindakan ad-dajal itu… Dan selama fitnah yang dilakukan ad-dajal ini terhadap manusia, dan klaimnya sebagai al-Masih, pada saat itu al-Masih Isa as. akan turun dan membunuh ad-dajal itu:

– Imam Muslim telah mengeluarkan dari ‘Uqbah bin Amru Abi Mas’ud al-Anshari, ia berkata: “aku pergi bersamanya kepada Hudzaifah bin al-Yaman, lalu ‘Uqbah berkata kepadanya: “ceritakan kepadaku apa yang engkau dengar dari Rasulullah saw tentang ad-dajal. Ia berkata:

«إِنَّ الدَّجَّالَ يَخْرُجُ، وَإِنَّ مَعَهُ مَاءً وَنَاراً، فَأَمَّا الَّذِي يَرَاهُ النَّاسُ مَاءً، فَنَارٌ تُحْرِقُ، وَأَمَّا الَّذِي يَرَاهُ النَّاسُ نَاراً، فَمَاءٌ بَارِدٌ عَذْبٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ، فَلْيَقَعْ فِي الَّذِي يَرَاهُ نَاراً، فَإِنَّهُ مَاءٌ عَذْبٌ طَيِّبٌ»

“Sesungguhnya ad-dajal itu keluar dan bersamanya ada air dan api. Adapun apa yang dilihat orang sebagai air maka itu merupakan api yang membakar. Adapun apa yang dilihat orang sebagai api, maka itu merupakan air yang dingin dan manis. Maka siapa di antara kalian yang mendapati hal itu maka hendaklah ia terjun ke apa yang dilihat orang sebagai api sebab itu merupakan air yang manis dan enak”.

‘Uqbah berkata: “sungguh aku telah mendengarnya” sebagai pembenaran untuk Hudzaifah.

– Imam Muslim telah mengeluarkan bahwa Anas bin Malik berkata: “Rasulullah saw bersabda:

«مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الْأَعْوَرَ الْكَذَّابَ، أَلَا إِنَّهُ أَعْوَرُ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ، وَمَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ك ف ر»

“Tidak ada seorang nabi pun kecuali telah memperingatkan umatnya atas yang buta dan pendusta, ketahuilah sungguh dia itu buta, dan sungguh Rabb kalian tidak buta, dan tertulis di antara kedua matanya kaf fa` ra”.

Dan dalam riwayat lainnya oleh imam Muslim:

«مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ، يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ، كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ»

“Tertulis di antara kedua matanya “kâfirun”, setiap mukmin dapat membacanya, yang bisa menulis maupun yang tidak bisa menulis”.

– Dan dalam riwayat imam Muslim tentang tempat yang di situ Isa as. turun dan tempat yang di situ nabi Isa as. membunuh ad-dajal:

«فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ، فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ، بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ، وَاضِعاً كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ، إِذَا طَأْطَأَ رَأْسَهُ قَطَرَ، وَإِذَا رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ، فَلَا يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلَّا مَاتَ، وَنَفَسُهُ يَنْتَهِي حَيْثُ يَنْتَهِي طَرْفُهُ، فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ، فَيَقْتُلُهُ…»

“Ketika dia (ad-dajal) begitu, Allah mengutus al-Masih bin Maryam, dia turun di menara yang putih (al-manârah al-baidha`) di timur Damarkus, di antara dua jubah berwarna kuning, ia meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat. Ketika ia menundukkan kepalanya, maka meneteskan air, dan ketika ia mengangkatnya, mutiara-mutiara seperti permata turun darinya. Tidak boleh bagi seorang pun yang kafir mendapati aroma napasnya kecuali dia mati, dan napasnya akan mencapai sejauh pandangan matanya dapat melihat”. Ia akan mengejarnya (ad-dajal) sampai ia menyusulnya di gerbang Ludd, dan membunuhnya…”.

  1. Adapun pengaruh al-masih ad-dajal pada aktivitas kita ketika dia muncul di akhir zaman, maka itu tidak berpengaruh pada orang mukmin. Hal itu:

– Sebab kedustaannya jelas bagi setiap orang yang punya mata dan penglihatan. Sebab klaimnya bahwa ia tuhan adalah klaim yang batil, tidak seorang berakal pun yang membenarkannya. Ia adalah person yang terbatas tubuhnya, kurang, bahkan sangat kurang. Dia buta. Atas dasar itu dia adalah makhluk. Dan perkara ini jelas untuk tiap orang berakal.

– Klaimnya bahwa dia al-Masih Isa bin Maryam juga batil. Sebab dia buta dan dia tidak datang dalam sifat-sifat Isa bin Maryam sebab Isa bin Maryam ada dalam potret yang sempurna ciptaan yang bagus … Imam al-Bukhari telah mengeluarkan di Shahîh-nya dari Abdullah bin Umar ra bahwa Rasulullah saw bersabda:

«أُرَانِي اللَّيْلَةَ عِنْدَ الكَعْبَةِ، فَرَأَيْتُ رَجُلاً آدَمَ، كَأَحْسَنِ مَا أَنْتَ رَاءٍ مِنْ أُدْمِ الرِّجَالِ، لَهُ لِمَّةٌ كَأَحْسَنِ مَا أَنْتَ رَاءٍ مِنَ اللِّمَمِ قَدْ رَجَّلَهَا، فَهِيَ تَقْطُرُ مَاءً، مُتَّكِئاً عَلَى رَجُلَيْنِ، أَوْ عَلَى عَوَاتِقِ رَجُلَيْنِ، يَطُوفُ بِالْبَيْتِ، فَسَأَلْتُ: مَنْ هَذَا؟ فَقِيلَ: المَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ.. وَإِذَا أَنَا بِرَجُلٍ جَعْدٍ قَطَطٍ، أَعْوَرِ العَيْنِ اليُمْنَى، كَأَنَّهَا عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ، فَسَأَلْتُ: مَنْ هَذَا؟ فَقِيلَ: المَسِيحُ الدَّجَّالُ»

“Semalam aku melihat diriku sendiri di Ka’bah . Lalu aku melihat seorang laki-laki berkulit gelap, pria berkulit gelap yang paling tampan yang pernah engkau lihat. Dia memiliki rambut seperti rambut paling indah yang pernah kamu lihat, dia telah menyisirnya, dan rambutnya meneteskan air. Ia bersandar kepada dua orang atau di atas pundak dua orang, dia thawaf mengelilingi al-Bait. Lalu aku bertanya: “siapa ini?” Maka dikatakan: “dia al-Masih bin Maryam”… Dan kemudian aku melihat seorang laki-laki dengan rambut kerinting dan kusut, buta mata kanannya seolah itu buah anggur yang mengambang. Lalu aku berkata: “siapa ini?” Lalu dikatakan: “dia al-masih ad-dajal”.

– Demikian juga ad-dajal itu tertulis di antara kedua matanya “kâfirun”. Dan sebagaimana di dalam hadis, hal itu dapat dibca oleh orang mukmin yang buta huruf (tidak bisa baca tulis) maupun yang terpelajar. Oleh karena itu, ia membawa bersamanya hal yang mendorong pengingkarannya. Rasul saw telah memberitahukan kepada kita di dalam hadis-hadis beliau tentang ad-dajal dan bahwa ad-dajal tidak berpengaruh pada orang-orang beriman. Dan beliau menjelaskan kepada kita realitas dan hakikatnya, dan bahwa ia adalah fitnah dan ujian/cobaan yang orang-orang beriman akan selamat darinya dengan izin Allah SWT.

Ini yang saya rajihkan, wallâh a’lam wa ahkam.

Dan tidak perlu untuk terjun membahas topik ad-dajal lebih dari itu. Sungguh dalam apa yang kami sebutkan ada kecukupan, dengan izin Allah.

 

Saudaramu Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah

 

18 Sya’ban 1447 H

06 Februari 2026 M

 

https://hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/ameer-hizb/ameer-cmo-site/107512.html

https://www.facebook.com/AtaAboAlrashtah/posts/122121644175129051

 

 

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *