Forum Ulama, Tokoh, dan Advokat Jawa Barat Tolak Tegas Peace Plan Trump

MediaUmat Forum Ulama, Tokoh, dan Advokat Jawa Barat secara tegas menolak Peace Plan/Board of Peace pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai bukan solusi konflik Palestina, melainkan instrumen politik yang melanggengkan penjajahan Zionis Yahudi atas tanah Palestina.

“Rencana ini bukanlah jalan menuju perdamaian yang adil, tetapi alat legitimasi politik untuk melanggengkan penjajahan Zionis Yahudi atas tanah Palestina,” tegas Forum Ulama, Tokoh, dan Advokat Jawa Barat dalam pernyataan sikap resminya yang disiarkan melalui kanal YouTube Rayah TV, Kamis (5/2/2026).

Forum menilai Peace Plan/Board of Peace tersebut secara sistematis mengabaikan akar persoalan konflik Palestina, seperti pendudukan ilegal, perampasan tanah, dan pembangunan permukiman kolonial. Penjajahan berkepanjangan serta penyangkalan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri, khususnya di wilayah Gaza, juga diabaikan.

“Skema ini menutup mata terhadap fakta bahwa Gaza adalah bagian integral dari Palestina yang sejak berabad-abad lalu berada dalam ikatan sejarah, hukum, dan peradaban Islam,” lanjut pernyataan itu.

Gaza bukan hanya wilayah administratif, melainkan bagian dari tanah Palestina yang berstatus tanah kharaj dengan kedudukan historis dan religius yang kuat. Hak atas tanah tersebut bersifat sakral dan tidak dapat dinegosiasikan oleh kekuatan asing mana pun.

“Forum menegaskan bahwa bagi umat Islam, Gaza bukan sekadar wilayah administratif biasa. Gaza adalah bagian dari tanah Palestina yang berstatus tanah kharaj, yang memiliki kedudukan historis dan religius sangat kuat. Status ini menegaskan bahwa hak-hak atas tanah tersebut bersifat sakral dan tidak dapat dinegosiasikan, dilemahkan, atau diabaikan oleh kekuatan asing mana pun.”

Konflik Palestina adalah persoalan akidah dan kedaulatan umat Islam, bukan sekadar politik. Upaya perdamaian yang mengabaikan status Gaza berarti mengabaikan nilai agama dan sejarah umat Islam.

Peace Plan/Board of Peace membenarkan penjajahan dan melegalkan kejahatan perang. Rencana ini memaksa rakyat Palestina menerima ketidakadilan tanpa ruang bagi penentuan nasib sendiri.

Peace Plan ini secara nyata membenarkan praktik penjajahan dan melegalkan kejahatan perang. Rencana tersebut bahkan menempatkan rakyat Palestina sebagai korban yang dipaksa menerima ketidakadilan secara paksa, tanpa memberikan ruang bagi penentuan nasib sendiri yang merupakan hak dasar mereka.”

Rencana ini bukan solusi damai, melainkan penguatan sistem penjajahan dan ketidakadilan yang memaksa korban menerima ketidakadilan tanpa pilihan moral dan hukum.

“Tindakan ini bukan hanya pengkhianatan terhadap keadilan, tetapi juga pelanggaran serius terhadap hak-hak umat Islam yang telah melekat sejak berabad-abad,” tegas forum.

Menurut forum, perdamaian yang dibangun di atas penindasan bukan perdamaian sejati, melainkan kelanjutan kolonialisme dengan wajah diplomasi.

“Kekuatan bukanlah kebenaran. Penyelesaian masalah Palestina tidak dapat dicapai melalui kesepakatan sepihak yang meniadakan keadilan, hukum internasional, ajaran Islam, dan suara rakyat Palestina sendiri,” ujar mereka.

Perjuangan yang sah adalah perjuangan untuk keadilan dan pembebasan dari penjajahan. Perjuangan itu harus ditempuh dengan kesadaran politik, tekanan internasional, solidaritas global umat Islam, dan konsistensi moral umat manusia.

“Selama penjajahan masih dilegalkan dan hak-hak dasar rakyat Palestina serta umat Islam secara umum diabaikan, selama itu pula rencana-rencana semacam ini akan gagal dan dicatat sejarah sebagai bagian dari proyek kolonialisme modern,” tegasnya.

Dalam pernyataan penutup, Forum Ulama, Tokoh, dan Advokat Jawa Barat menegaskan bahwa umat Islam tidak akan pernah menerima penjajahan atas Palestina selama-lamanya. Mereka merujuk pada sejarah pembebasan Palestina oleh Shalahuddin al-Ayyubi sebagai keyakinan bahwa penjajahan pasti berakhir.

“Sebagaimana dahulu Shalahuddin al-Ayyubi membebaskan tanah Palestina dari penguasaan tentara Salib, insyaAllah Gaza dan Palestina secara umum akan dibebaskan dari penjajahan Yahudi,” tutup pernyataan tersebut, disertai seruan takbir.[] Zainard

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: