FIWS: Campur Tangan AS di Nigeria untuk Kepentingan Ekonomi
MediaUmat – Bukan untuk menyelesaikan pembunuhan umat Kristen sebagaimana yang didalihkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, campur tangan AS di Nigeria menurut Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi untuk kepentingan ekonomi negara adidaya tersebut.
“Sebagai alasan campur tangan Amerika, sebenarnya untuk kepentingan ekonominya,” ujarnya dalam Kabar Petang: Terbongkar! Motif Trump di Balik Ancamannya ke Nigeria, Rabu (19/11/25) di kanal YouTube Khilafah News.
Karena menurutnya, Nigeria adalah negara yang sangat kaya, produsen minyak terbesar di Afrika. “Oleh Amerika, ini tentu sangat menggiurkan,” bebernya.
Maka kepentingan energi seperti ini, kata Farid, menjadi latar belakang kuat bagi keterlibatan negara-negara imperialis.
“Ditambah lagi peningkatan produksi dari proyek-proyek kilang besar misalkan di Dangote Refinery (kilang minyak raksasa milik kelompok bisnis Dangote Group, milik miliarder Nigeria Aliko Dangote) ini sebagai faktor yang membuat Nigeria ini semakin menarik bagi aktor global,” tuturnya.
Tekanan politik itu lanjut Farid, biasanya diarahkan untuk mempengaruhi rezim kontrak dan akses sumber daya.
“Jadi, ini bagian dari tekanan politik agar Amerika bisa lebih menekan elite-elite politik di sana,” bebernya.
Persaingan
Farid juga membeberkan keterlibatan Inggris di Nigeria untuk bersaing dengan Amerika Serikat.
“Iya memang sebagai karakter dari negara imperialis itu kan adalah kerakusannya,” tuturnya.
Di beberapa wilayah, lanjut Farid, konflik memang tidak bisa dibantahkan. Ada persaingan transatlantik, antara AS dengan Inggris atau Prancis atau Eropa secara keseluruhan, terutama juga di Afrika pasca kolonial.
“Karena wilayah Afrika ini dahulunya sebagian besar adalah wilayah yang memang dikendalikan atau dikuasai oleh Inggris,” bebernya.
Jadi, tutur Farid, rivalitas Inggris dan AS ini memang ada dan itu bisa dibaca juga terjadi di Yaman, Libya termasuk di Sudan.
“Faktor rivalitas ini, sangat memungkinkan juga terjadi di Nigeria,” pungkasnya.[] Setiyawan Dwi
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat