FIWS Beberkan Alasan Israel Serukan Yahudi Tinggalkan New York

 FIWS Beberkan Alasan Israel Serukan Yahudi Tinggalkan New York

MediaUmat Sewotnya Menteri Urusan Diaspora Israel Amichai Chikli dengan menyeru warga Yahudi meninggalkan New York menyusul terpilihnya Zohran Mamdani sebagai wali kota di kota terbesar Amerika Serikat tersebut, menurut Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi karena Mamdani sebelumnya menyebut Israel telah melakukan genosida di Gaza.

“Karena menyebut apa yang dilakukan oleh Israel di Gaza adalah genosida,” ujarnya kepada media-umat.com, Sabtu (8/11/2025).

Bahkan, lanjut Farid, Mamdani menyebut Israel itu apartheid. Itulah kenapa kemudian salah seorang menteri Israel itu pernah mengatakan Mamdani adalah pendukung Hamas, sikap ini banyak membuat pendukung israel khawatir keberadaan Mamdani akan semakin membongkar kejahatan Yahudi.

Selain Israel, sebut Farid, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga dikenal menentang Mamdani bahkan menyebut dia komunis atau sosial ekstrem. Hal ini disebabkan pemikiran Mamdani yang progesif sosialis.

“Seperti meminta pembekuan sewa, menuntut transportasi gratis, toko sembako murah di kota, dan ini berbeda dengan agenda Donald Trump,” jelasnya.

Mamdani juga, sebut Farid, pernah dituduh sebagai imigran ilegal oleh Trump. Namun dia tidak gentar dan secara eksplisit menentang Trump serta menyatakan ketidaksukaan Trump pada dirinya karena menyebut genosida terjadi di Gaza.

“Itulah yang membuat Trump agak tidak suka kepada Mamdani dengan sikap seperti menuduh apa yang dilakukan Israel adalah genosida yang tidak sejalan dengan Trump,” kata Farid.

Diduga Trump juga tidak suka kepada Mamdani karena dia seorang Muslim. Namun Farid menilai ini alasan yang minor, karena Mamdani meskipun Muslim tapi tidak pernah menyuarakan suara-suara Islam.

“Misal dia pro kepada Palestina itu dengan alasan kemanusiaan, dan karena pandangannya yang sosialis, bukan karena narasi Mamdani yang menunjukkan pemikiran-pemikiran Islamnya,” tegasnya.

Bukan karena Islam

Menurut Farid, sepak terjang politik Zohran Mamdani tidak bisa disebut karena Islam karena rekam jejaknya memang tidak pernah mengusung agenda pemerintahan Islam atau hukum syariat.

“Tapi yang dia usung adalah agenda-agenda sosial ekonomi, imigrasi, hak pekerja, atau ide-ide kemanusiaan. Kemudian dia juga dikenal sebagai seseorang yang mendukung LGBT, jadi ini jauh bertentangan dengan pemikiran Islam,” ungkap Farid.

Karena itu, prediksi Farid, jelas Mamdani tidak akan memimpin dengan kepemimpinan Islam meskipun dia seorang Muslim. Pasalnya, sejak awal Mamdani tidak memposisikan dirinya sebagai seorang yang menyerukan Islam atau syariat Islam.

“Bahkan dikenal sebagai orang yang liberal, bisa dilihat sikapnya mendukung LGBT,” pungkas Farid.[] Fatih Solahuddin

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *