Farid Wadjdi: Kematian Anak-Anak Gaza adalah Bencana Politik yang Disengaja

MediaUmat Merespons bertambahnya jumlah anak-anak Gaza yang meninggal akibat kedinginan di Palestina, Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi menegaskan, peristiwa tersebut bukan bencana alam, melainkan bencana politik yang disengaja.

“Perlu kita tegaskan, ini bukan bencana alam tapi ini adalah bencana politik yang disengaja,” kecamnya dalam Kabar Petang: International Update KuldesaK, Sabtu (27/12/2025) di kanal YouTube Khilafah News.

Menurutnya, apa yang terjadi saat ini di Gaza (anak-anak terbiarkan mati kedinginan), akibat buah langsung dari pengkhianatan sistemik dari penguasa-penguasa negeri Muslim yang membiarkan Palestina terkepung tanpa perlindungan yang nyata.

Sebelumnya, ia memaparkan berita seorang bayi yang baru berusia beberapa bulan, Sa’id Asid Abidin yang meninggal dunia karena cuaca yang sangat dingin.

“Perlu kita tegaskan apa yang menimpa anak-anak Gaza saat sekarang ini, bagaimana kematian mereka bukan hanya disebabkan oleh peluru ataupun bom, tapi karena cuaca dingin yang mematikan,” tegasnya.

Ia juga menilai meski diklaim ada gencatan senjata, tapi genosida sesungguhnya terus terjadi. (Dan justru), menurutnya ada bahaya besar dari gencatan senjata ini.

“Ada bahaya yang besar dari gencatan senjata ini,” tegasnya.

Secara opini, seolah-olah perdamaian itu ada, tapi kenyataannya seperti yang tadi sudah dikatakan, pembunuhan terus berlangsung bahkan sekarang ada pembiaran terhadap anak-anak Gaza, dengan membiarkan situasi yang menyebabkan kematian anak-anak Gaza.

“Jadi inilah bahaya terbesar dari gencatan senjata, di mana publik dunia seolah-olah melihat ini sudah selesai, demikian juga penguasa-penguasa Arab, kalau kita lihat (mereka) menganggap bahwa ini sudah memberikan legitimasi bagi mereka untuk tidak membantu rakyat Palestina, bukankah sudah ada gencatan senjata,” kecamnnya.

Farid mengingatkan, gencatan senjata ini adalah cara untuk membiarkan kekejaman yang terus dilakukan oleh Zionis Yahudi ini.

“Karena itu, gencatan senjata ini sesungguhnya bukanlah perjanjian damai, melainkan instrumen penipuan politik,” tegasnya.

Menurutnya, mereka (Zionis Yahudi) menggunakan perjanjian ini hanya untuk membeli waktu, untuk melanggar, kalau ketika situasinya menguntungkan.

“Dan mereka tidak pernah sesungguhnya (benar-benar) berniat hidup berdampingan dengan adil,” kritiknya.

Karena itu, lanjut Farid, yang harus diperhatikan bahwa gencatan senjata ini, di bawah sponsor Amerika yang tidak memiliki legitimasi sama sekali untuk bicara kemanusiaan.

“Karena Amerikalah yang selama ini telah menjadi pangkal dari kehancuran kemanusiaan itu. Amerika telah memberikan legitimasi kejahatan bukan perlindungan,” pungkasnya.[] ‘Aziimatul Azka

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: