Dunia Unipolar Amerika Berlandaskan Prinsip “Siapa Kuat, Dia yang Menang”

“Pemerintahan Trump telah menegaskan sikapnya: Mahkamah Pidana Internasional (ICC) adalah pengadilan supranasional yang korup dan sangat dipolitisasi, yang telah menyalahgunakan wewenangnya secara jahat serta melampaui mandatnya … Pemerintahan Trump siap mengambil langkah-langkah tambahan, jika diperlukan, untuk melumpuhkan ICC secara sistematis hingga lembaga tersebut tidak lagi mampu mengancam kedaulatan Amerika.” (Marco Rubio, Menteri Luar Negeri, 18 Agustus 2026).

Siapakah AS hingga berani berbicara tentang kedaulatan? Selama berpuluh-puluh tahun, Washington tanpa henti menginjak-injak kemerdekaan, darah, dan sumber daya negeri-negeri Islam, atau membantu kaum Yahudi dan kaum musyrik Hindu dalam melakukan hal tersebut. Di antara contoh yang menyakitkan adalah Afghanistan, Irak, Palestina, Kashmir yang diduduki, dan Iran. AS telah melakukan kejahatan yang bahkan enggan dilakukan oleh binatang buas di hutan rimba, serta memberikan perlindungan bagi kaum Yahudi dan Hindu saat mereka melakukan tindakan serupa. Terlebih lagi, kejahatan AS tidak terbatas pada umat Islam saja, sehingga memicu kebencian dari banyak bangsa di seluruh dunia.

Adapun Umat Islam, mereka wajib menolak segala bentuk kekuasaan orang-orang kafir atas kaum Muslim. Umat Islam telah menderita akibat lembaga-lembaga multilateral yang dimanipulasi oleh negara-negara adidaya, termasuk AS. Kini, umat Islam pun menderita di bawah aliansi-aliansi regional yang melayani visi AS. Allah SWT berfirman:

﴿وَلَن يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً﴾

Allah tidak memberikan jalan bagi orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman.” (TQS. An-Nisa’ [4] :141).

Oleh karena itu, orang-orang yang beriman tidak diperbolehkan memberikan kekuasaan atas diri mereka kepada orang-orang kafir.

Dengan demikian, kaum Muslim harus berjuang menegakkan kekuasaan Islam, yakni Khilafah Rasyidah, yang akan menghimpun sumber daya luar biasa dari seluruh umat Islam untuk memimpin segenap umat manusia dengan penuh keadilan dan petunjuk yang dibawa oleh agama Islam yang agung (hizb-ut-tahrir.info, 24/8/2026).

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: