Dominasi Modal dalam Demokrasi, Kepentingan Rakyat Terpinggirkan

MediaUmat – Pengamat Geopolitical Institute Hasbi Aswar, Ph.D., menilai demokrasi modern kian dikuasai modal, sehingga kekuasaan politik tersandera kepentingan oligarki dan membuat kebijakan negara lebih berpihak pada pemodal besar ketimbang kesejahteraan rakyat.

“Untuk menciptakan branding politik dibutuhkan modal yang sangat besar sehingga calon pemimpin terpaksa menggandeng sponsor dari bisnis-bisnis besar berskala kapitalis yang pada akhirnya mereka tersandera oleh kepentingan-kepentingan oligarki dan pada akhirnya lebih membela kepentingan pengusaha dibanding rakyat,” ujarnya dalam Gen Z Bulgaria Bangkit, Rezim Korup Tumbang, Kamis (18/12/2025) di kanal YouTube Khilafah News.

Hasbi menjelaskan, dominasi modal dalam demokrasi membuat proses politik sulit melahirkan pemimpin yang benar-benar berpihak pada rakyat.

Ia menilai demokrasi modern justru berkembang dengan “tren profit”, elite yang berkuasa merupakan bagian dari oligarki dan cenderung membela kepentingan pengusaha besar yang mendanai mereka.

“Ketika pemimpin dihadapkan pada dua posisi, membela kepentingan rakyat atau membela kepentingan pengusaha, maka mereka pasti akan membela kepentingan pengusaha. Karena para pengusaha adalah yang memilih mereka,” ujarnya.

Hasbi menilai dominasi kepentingan politik dan bisnis yang selama ini menguasai sumber daya, termasuk di Sumatra, menjadi bukti cacat bawaan sistem demokrasi karena prinsip kebebasan dan kedaulatan rakyat hanya berhenti sebagai konsep.

Ia menjelaskan, dalam praktik demokrasi perwakilan, rakyat tidak benar-benar berdaulat karena keputusan ditentukan oleh wakil yang kerap tidak merepresentasikan kepentingan publik.

“Terjadilah pemerintahan yang dimanipulasi mengatasnamakan rakyat. Undang-undang dibuat untuk penyelenggaraan rakyat, itu juga selama ini banyak dilanggar. Saya kira ini adalah bukti bahwa sistem demokrasi itu tidak memiliki fondasi yang pokok yang memang bisa diaplikasikan secara mandiri dalam masalah kebijakan,” pungkasnya.[] Muhammad Ikbal

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: