Distribusikan Bantuan, Tim ISN Menembus Titik Terparah Bencana di Sumut

 Distribusikan Bantuan, Tim ISN Menembus Titik Terparah Bencana di Sumut

MediaUmat Sebulan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Sumatra, tim relawan Islam Selamatkan Negeri (ISN) yang tersebar di beberapa posko di tiga provinsi —Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh— terus membersamai warga korban bencana.

Di Sumatra Utara misalnya, tim relawan ISN posko 2 Akhwat Kota Padangsidimpuan Sumatera Utara, pada Ahad 21 Desember 2025 mendistribusikan bantuan kepada warga korban bencana di Huta Nabolon. Sepanjang jalan mulai dari Garoga Tapanuli Selatan, hingga masuk ke wilayah Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah seperti Lopian, Huta Balang, dan Hajoran terlihat kondisinya masih cukup parah.

“Tim ISN berhasil menembus titik terparah dan akses yang kemarin dikabarkan sulit untuk diakses, yaitu Kecamatan Tukka, tepatnya di Desa Huta Nabolon, Sipange, dan Sigiring-giring, serta pasar Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah,” ungkap tim ISN Nahdoh Fikriyyah Islam kepada media-umat.com, Ahad (28/12).

Nahdoh mengungkapkan pemandangan menyayat hati dalam perjalanan mengantarkan bantuan logistik. Terlihat para warga terdampak berdiri di jalanan dan mengejar-ngejar kendaraan yang membawa logistik berharap akan mendapatkan makanan, air minum, hingga berbagai kebutuhan lainnya. Sambil berjejer di jalan, kata Nahdoh, mereka (warga) sambil berteriak, “Kak, ada nasi? Kak, ada roti? Kak, ada minum? Kak, ada pampers untuk anakku?”

“Sementara pemandangan sekitar kampung sangat memilukan. Kini terlihat banyak tanah kosong yang tadinya adalah pemukiman warga. Pemukiman warga sebagian kini telah berubah menjadi anak-anak aliran sungai,” tuturnya.

Sesampainya di daerah yang dituju, Nahdoh mengatakan, warga setempat meminta tim ISN untuk membagikan lamgsung donasi ke mereka tanpa harus ke posko dan dapur umum.

“Bagikan di sini saja. Tidak usah ke posko sana atau dapur umum. Di sini saja kami minta tolong. Kalau sudah ke posko kami sulit dapat lagi nanti,” ujar salah satu korban bencana yang ditemui tim ISN.

Selama donasi dibagikan, kata Nahdoh, seorang ibu berkata kepada para relawan ISN, “Nak, kalian jangan mundurkan lagi mobilnya ke belakang ya. Karena sebenarnya pas di sini itu sebelum banjir adalah rumah warga. Dan kabarnya, penghuni rumah masih tertanam di dalam belum bisa didapat. Warga lain bilang di sinilah aroma itu ada. Apa kalian enggak merasa?”

Harapan Korban

Berdasarkan ungkapan para korban di sela-sela mendistribusikan bantuan, sebut Nahdoh, mereka menaruh harapan besar kepada pemerintah agar segera memenuhi tanggung jawabnya sebagai pemimpin negeri dengan membangun hunian layak bagi warga di Huta Nabolon,

“Saya hanya ingin satu hal dari pemerintah. Segera bangun hunian layak untuk kami. Kami sudah tidak punya rumah. Kami ingin kumpul bersama lagi dengan keluarga yang selamat. Bisa bekerja lagi dan hidup layak. Sampai kapan kami di pengungsian? Sampai kapan kejar-kejaran bantuan? Kami pun mau kerja, tak berharap dikasih makan terus di pengungsian,” ujar warga korban bencana kepada tim ISN.

“Makan saja lebih sering hanya nasi tanpa lauk. Karena enggak bisa masak, enggak ada alat masak dan kayu bakar masih basah. Banyak sayuran, telur busuk di dapur umum itu. Tidur pun, dikasih tikarlah misalnya, mau di mana digelar tikarnya? Basah, berlumpur lagi semuanya. Di mana pun relokasi kami dibangun pemerintah, kami tidak masalah,” tandasnya.[] Rasman

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *