MediaUmat – Ketua LBH Pelita Umat Chandra Purna Irawan menilai skema Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi sarana politik untuk menormalisasi dan membenarkan berbagai kejahatan perang yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.
“Board of Peace (Dewan Perdamaian) atau skema perdamaian sepihak yang dibentuk oleh Donald Trump pada hakikatnya dapat dipahami sebagai upaya pemutihan (legalises politik) sekaligus pembenaran terhadap kejahatan perang Israel,” ujarnya kepada media-umat.com, Kamis (29/1/2026).
Chandra menjelaskan, skema tersebut dirancang dengan cara mengesampingkan fakta-fakta kejahatan yang telah berlangsung lama dan memaksakan konsep perdamaian tanpa dasar pertanggungjawaban hukum, sehingga justru melindungi para pelaku pelanggaran hukum internasional, mulai dari pembunuhan warga sipil hingga pengusiran paksa penduduk.
“Secara hukum internasional, skema ini bertentangan langsung dengan Konvensi Jenewa IV, Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional (ICC), International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR), International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights (ICESCR), serta berbagai Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Palestina,” bebernya.
Trump juga dikritik karena menunjuk dirinya sendiri sebagai ketua dewan dengan kewenangan yang sangat besar, termasuk mengesampingkan semua anggota dan menunjuk dewan eksekutif, sehingga menjadikan lembaga tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali satu orang.
“Baru kali ini ada organisasi internasional yang dibentuk dan dikendalikan oleh seseorang,” ungkap Chandra.
Lebih lanjut, Chandra mengulas salah satu program utama Trump bertajuk Peace to Prosperity: A Vision to Improve the Lives of the Palestinian and Israeli People, yang secara garis besar memuat kerangka politik dan ekonomi, namun dinilai sarat ketimpangan struktural.
“Anda jangan terpesona dengan proposal The Trump Peace Plan, apabila dibaca tampak manis, damai, menjanjikan kemakmuran. Tetapi akan membuat orang lupa bahwa sesungguhnya Israel adalah perampok tanah Palestina,” pungkasnya.[] Lukman Indra Bayu
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat