MediaUmat – Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menurut Direktur Siyasah Institute Iwan Januar bukanlah Dewan Perdamaian tetapi dewan penjarahan, pengkhianatan, dan penindasan.
“BoP itu tepatnya adalah board of plunder-perfidy-persecution, dewan penjarahan-pengkhianatan-penindasan,” ujarnya kepada media-umat.com, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, pembicaraan solusi di Gaza oleh Board of Peace ini cacat karena tidak menyertakan Gaza ataupun pemerintah otoritas Palestina terlibat di dalamnya.
“Bayangkan, rumah Anda dirampas, harta dijarah, istri dan anak dibunuh, lalu para pembunuhnya mengajak tetangga kanan kiri mencari solusi tanpa sama sekali mengajak Anda. Padahal Anda adalah korban yang punya hak menuntut pembalasan secara hukum,” ungkap Iwan.
Iwan menilai, Board of Peace ini omong kosong. Sama sekali tidak bertujuan memberi keadilan untuk Gaza dan Palestina. Tapi justru memberi kesempatan luas untuk Israel dan negara-negara Barat, terutama AS, untuk menginvasi Gaza.
“Di antara rancangan BoP adalah melucuti semua milisi Gaza, terutama Hamas, dan membangun pemerintahan administratif internasional. Lalu di mana hak warga Gaza dan Palestina? Tidak ada sama sekali,” beber Iwan.
Lebih tragis lagi, Iwan menyesalkan sejumlah negara Arab-Muslim termasuk pemerintah Indonesia bergabung ke dalam BoP.
“Padahal mereka pastinya tahu rancangan Amerika Serikat untuk Gaza, dan juga tahu penderitaan rakyat Gaza. Namun para pemimpin Arab memang lebih dari puppet string (boneka pertunjukan yang dikendalikan dalang menggunakan kawat) milik AS, tapi juga bemper untuk melawan kelompok Islam,” pungkasnya.[] Achmad Mu’it
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat