Berita Duka, Rakhmatov Shukhratjon, Salah Satu Tokoh yang Mengguncang Fondasi Rezim Represif Karimov
Dengan kesedihan dan duka cita yang mendalam, kami berduka cita untuk seluruh umat Islam, dan khususnya untuk umat Muslim di negeri kita, atas wafatnya saudara kita Rakhmatov Shukhratjon, yang telah menyerahkan jiwanya kepada Sang Pencipta kemarin, Jum’at, 19/12/2025.
Ya, hari ini kita menyaksikan saudara kita Rakhmatov Shukhratjon Turaevich, yang menanggung kekejaman rezim penindas Karimov, yang mengemparkan dunia dengan penganiayaan, penangkapan, penyiksaan, dan eksekusi terhadap anggota Hizbut Tahrir, yang berupaya mengalahkan hegemoni kekafiran dengan mendirikan Khilafah Rasyidah, yang akan menerapkan Islam sebagai jalan hidup yang lengkap, dalam perjalanannya menuju Akhirat.
Saudara kami Shukhratjon lahir pada tahun 1975 di wilayah Kashkadarya. Ia menghabiskan hampir separuh hidupnya di penjara rezim Uzbekistan antara tahun 1999 dan 2022. Ia adalah panutan, dikenal karena keberanian, tekad, keyakinan yang teguh, kejujuran, dan keteguhannya dalam menyampaikan kebenaran. Ia menghabiskan hampir seperempat abad di balik jeruji besi di penjara Chirchik, Zangyuta, Navoi, Jaslyk, dan Almalik di Uzbekistan. Bahkan selama masa pemenjaraannya di penjara Jaslyk dan Zarafshan yang terkenal kejam karena eksekusi dan penyiksaan, ia tetap berani dan lantang berbicara, bangga akan keberaniannya, dan membuat takut para algojo rezim Karimov yang represif. Beliau termasuk orang pertama yang menghancurkan aura ketidakadilan dan penindasan dengan kalimatul haq (ungkapan kebenaran). Seorang pejuang di medan pertempuran perjuangan, dan seorang ahli ibadah yang taat dan khusu’ dalam doa dan shalat. Saudara kita ini adalah perwujudan hidup Al-Qur’an, berjalan di bumi. Beliau menyentuh hati banyak orang dan menjadi contoh nyata kerendahan hati bagi orang-orang beriman dan kekuatan melawan orang-orang kafir. Di akhir hayatnya, Allah, dengan rahmat-Nya, memberinya akhir yang baik (husnul khatimah). Saudara tercinta kita, Shukhratjon, meninggalkan dunia ini jauh dari tempat kelahirannya, setelah berhijrah di jalan Tuhannya. Rasulullah saw bersabda:
«… إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا مَاتَ بِغَيْرِ مَوْلِدِهِ قِيسَ لَهُ مِنْ مَوْلِدِهِ إِلَى مُنْقَطَعِ أَثَرِهِ فِي الْجَنَّةِ«
“Apabila seseorang meninggal di tempat selain tempat kelahirannya, maka akan disediakan tempat baginya di surga yang ukurannya sama panjangnya dengan jarak antara tempat kelahirannya dan tempat ia meninggal.” (HR. An-Nasai).
Kami memohon kepada Allah SWT agar menganugerahkan berkah ini kepada saudara kami, juga kami memohon kepada-Nya agar merahmatinya, mengampuninya, dan menganugerahkan kepadanya kedudukan syuhada. Kami memohon kepada Allah SWT agar menganugerahkan kesabaran dan penghiburan kepada keluarga dan orang-orang terkasihnya. Akhirnya, kami hanya mengucapkan apa yang Allah SWT diridhai dari kami:
﴿إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ﴾
“Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita semua akan kembali.” (TQS. Al-Baqarah [2] : 156).
Kantor Media Hizbut Tahrir di Uzbekistan