Bentrokan Meletus antara Pasukan Suku dan Pasukan yang Didukung UEA di Yaman Timur

Bentrokan bersenjata meletus pada Ahad malam (30/11) antara pasukan suku dan pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA di Provinsi Hadramaut, Yaman timur, sementara provinsi kaya minyak tersebut mengalami peningkatan ketegangan antara kedua belah pihak.

Sumber-sumber informasi melaporkan bahwa bentrokan terjadi antara pejuang Aliansi Suku Hadhramaut, yang dipimpin oleh pemimpin suku Amr bin Habrish al-Alii, dengan pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) pada Ahad malam (30/11) di daerah al-Hadaba dekat ladang minyak di distrik Ghayl Bin Yamin, timur laut al-Mukalla, pusat administrasi Hadhramaut.

Sumber tersebut menambahkan kepada Arabi21 bahwa pasukan Aliansi Suku Hadhramaut berhasil menggagalkan upaya konvoi pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA untuk maju menuju fasilitas minyak yang dioperasikan oleh PetroMasila di dataran tinggi Hadhramaut, sehari setelah suku-suku yang menentang separatis Dewan Transisi Selatan (STC) mengambil alih kendali fasilitas tersebut pada hari Sabtu (29/11).

Perang di antara umat Islam, baik di Yaman, Sudan, atau negeri Islam mana pun, diharamkan oleh hukum Islam, sebab dalam Islam perang yang dilakukan kaum Muslim harus ditujukan terhadap orang-orang kafir, bukan di antara mereka sendiri.

Oleh karena itu, kaum Muslim, baik Yaman maupun Sudan, harus menghentikan pertikaian internal mereka dan mengarahkan senjata mereka untuk melawan musuh sejati mereka, kaum kafir. Kita melihat bagaimana Inggris menggunakan alatnya, UEA, pemicu pertikaian ini, untuk memasok senjata kepada faksi-faksi yang bertikai, sehingga memungkinkan mereka untuk saling membunuh dan mengobarkan api perselisihan di antara mereka.

Kaum ​​Muslim Yaman dan suku-sukunya harus sepenuhnya waspada dan tidak terpancing oleh hasutan Inggris, musuh umat. Yaman, terutama sejak apa yang disebut Musim Semi Arab 2014, telah terlibat dalam konflik internasional yang dilancarkan melalui proksi lokal: di satu sisi, terdapat pemerintah yang diakui internasional, didukung oleh UEA, dan di sisi lain, kaum Houthi, didukung oleh Arab Saudi, agen Amerika. Keduanya berperang demi kepentingan penjajah kafir. Sungguh menyakitkan melihat kauum Muslim saling mengarahkan senjata mereka untuk mewujudkan rencana-rencana kaum kafir (hizb-ut-tahrir.info, 1/12/2025).

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: