Bencana Sumatra karena Orientasi Pembangunan Dominan Faktor Ekonomi

 Bencana Sumatra karena Orientasi Pembangunan Dominan Faktor Ekonomi

MediaUmat Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, dinilai karena pembangunan yang dominan ke faktor ekonomi.

“Jadi memang orientasi pembangunan selama ini kan lebih dominan kepada faktor ekonomi,” ujar Pengamat Lingkungan dan Bencana Agung Wibowo, Ph.D. dalam Kabar Petang: Banjir Sumatra Salah Hujan? di kanal YouTube Khilafah News, Jumat (5/12/2025).

Di sisi lain, jelasnya, pemerintah kurang perhatian pada dampak-dampak dari pembangunan yang diakibatkan, seperti kerusakan ekologis dan mungkin terganggunya komunitas adat.

“Apabila ini terjadi secara masif, maka alam itu akan bertindak dengan sendirinya. Artinya apa? Keuntungan-keuntungan hasil ekstraksi baik di bidang kehutanan, perkebunan, maupun pertambangan ya itu akan membuat lingkungan rusak dan lingkungan akan menjawab dengan caranya sendiri,” tuturnya.

Karena, lanjutnya, Allah SWT menciptakan alam ini dengan keseimbangan, jadi ketika keseimbangan diganggu, maka alam akan bereaksi, dan reaksinya kadang-kadang tidak bisa dibayangkan dampaknya seperti yang terjadi saat ini.

“Dan oleh karena itu keuntungan-keuntungan yang diperoleh tadi itu harus dibayar mahal dengan membayar kerugiannya dengan nyawa, dengan harta benda dan lain-lain,” tuturnya.

Menurutnya, keuntungan yang diperoleh pemerintah dinilai tidak sepadan dengan kerugian yang diderita saat ini. Apalagi kalau keuntungan yang diperoleh dari kegiatan ekstraktif tersebut hanya masuk ke kantong segelintir orang.

“Sementara dampak-dampak negatif yang terjadi itu dirasakan oleh ribuan, puluhan ribu, bahkan bisa jadi jutaan orang. Dan ini adalah salah satu paradigma ya, contoh paradigma pembangunan yang tidak adil,” pungkasnya.[] Setiyawan Dwi

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *