Babanusa Mengikuti Jejak Al-Fasyir

 Babanusa Mengikuti Jejak Al-Fasyir

Pasukan Dukungan Cepat menyerang kota Babanusa Ahad lalu (9/11), dan mengulangi serangan mereka pada Selasa pagi (11/11).

Al-Fasyir tumbang dengan dahsyat, dan itu adalah tragedi yang mengguncang seluruh Sudan dan menghancurkan hati rakyatnya, darah tak berdosa tertumpah, anak-anak menjadi yatim piatu, wanita menjadi janda, dan ibu-ibu berduka.

Terlepas dari semua tragedi ini, negosiasi yang berlangsung di Washington tidak terpengaruh sedikit pun. Sebaliknya, penasihat Presiden AS untuk urusan Afrika dan Timur Tengah, Massad Boulos, menyatakan kepada Al Jazeera Mubasyir pada 27/10/2025 bahwa jatuhnya Al-Fasyir memperkuat perpecahan Sudan dan membantu negosiasi untuk berlanjut!

Pada momen penting itu, banyak warga Sudan menyadari bahwa apa yang terjadi tidak lain hanyalah babak baru dalam rencana lama yang telah lama diperingatkan oleh orang-orang tulus: rencana untuk memisahkan Darfur, yang dipaksakan dengan alat perang, kelaparan, dan kehancuran.

Lingkaran penolakan terhadap apa yang disebut gencatan senjata tiga bulan telah meluas, dan suara-suara yang menentangnya telah meningkat, terutama setelah berita bocor tentang kemungkinan memperpanjangnya selama sembilan bulan lagi, yang secara praktis berarti Somalianisasi Sudan dan menjadikan pembagian itu kenyataan yang tak terelakkan, seperti halnya di Libya.

Ketika para perancang perang gagal membungkam suara-suara ini melalui persuasi, mereka memutuskan untuk membungkamnya melalui intimidasi. Oleh karena itu, kompas serangan diarahkan ke Babanusa, untuk menjadi panggung bagi terulangnya skenario Al-Fasyir: pengepungan yang mencekik selama dua tahun, penembakan jatuh sebuah pesawat kargo untuk membenarkan penghentian pasokan udara, dan pengeboman serentak di kota-kota Sudan: Omdurman, Atbara, Damazin, Al-Ubayyid, Abu Jubeiha, dan Al-Abbasiya, seperti yang terjadi selama serangan terhadap Al-Fasyir.

Serangan terhadap Babanusa dimulai pada hari Ahad (9/11) dan berlanjut pada Selasa pagi (11/11), dengan Pasukan Dukungan Cepat menggunakan taktik dan metode yang sama seperti yang mereka gunakan di Al-Fasyir. Hingga tulisan ini dibuat, belum ada aksi militer yang efektif untuk membantu warga Babanusa, sebuah pengulangan yang menyakitkan dan hampir identik dengan situasi di Al-Fasyir sebelum kejatuhannya.

Jika Babanusa jatuh – amit-amit – dan suara-suara penolakan gencatan senjata tidak mereda, maka tragedi itu akan terulang di kota lain … dan seterusnya, hingga rakyat Sudan dipaksa menerima gencatan senjata, sementara mereka tetap terhina.

Itulah rencana Amerika untuk Sudan sebagaimana yang terlihat; jadi perhatikanlah, wahai rakyat Sudan, dan pertimbangkan apa yang tengah kalian lakukan, sebelum babak baru ditulis pada peta negara kalian, yang judulnya adalah perpecahan dan kekalahan.

Seluruh penduduk Babanusa yang berjumlah 177.000 jiwa telah mengungsi, sebagaimana diberitakan saluran Al-Hadath pada 10/11/2025 M, dan mereka mengembara tanpa tujuan dan tidak peduli dengan apa pun.

Berteriak, meratap, menampar pipi, dan merobek kantong merupakan sifat-sifat wanita, tetapi situasi tersebut menuntut kejantanan dan keberanian untuk mengecam kesalahan, mengambil tindakan terhadap penindas, dan mengangkat kata-kata kebenaran dengan menuntut pembebasan tentara untuk bergerak membantu Babanusa, atau bahkan memulihkan seluruh Darfur.

Rasulullah saw. Bersabda:

«إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ بِعِقَابٍ مِنْهُ»

Sesungguhnya manusia itu, apabila melihat orang berbuat zalim, tapi tidak berusaha mencegahnya, maka hampir saja Allah akan meratakan siksa-Nya kepada mereka semua.” (HR. Tirmidzi).

Dan sabdanya:

«إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الْمُنْكَرَ فَلَمْ يُغَيِّرُوهُ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابٍ«

Sesungguhnya manusia itu, apabila melihat kemungkaran (kezaliman) tapi tidak mengubahnya, maka hampir saja Allah akan meratakan siksa-Nya kepada mereka semua.” (HR. Abu Dawud).

Sungguh ini benar-benar salah satu bentuk kezaliman terburuk, dan salah satu kejahatan terbesar, bahwa rakyat kami di Babanusa dikecewakan sebagaimana rakyat Al-Fasyir dikecewakan sebelumnya.

Amerika, yang saat ini ingin memecah belah Sudan, adalah Amerika yang sama yang sebelumnya telah memecah belah Sudan Selatan, dan ingin memecah belah Irak, Yaman, Suriah, dan Libya, dan seperti yang dikatakan oleh penduduk Syam, “al-habl ‘ala al-jarrār, talinya sudah terpasang pada traktor (artinya mereka akan terus membuat perpecahan, apa pun keadaannya)”, hingga kekacauan menyebar ke seluruh negeri kaum Muslim, sedang Allah menyeru kita untuk bersatu.

Allah SWT berfirman:

﴿وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ﴾

Sesungguhnya (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Akulah Tuhanmu. Maka, bertakwalah kepada-Ku.” (TQS. Al-Mu’minun [23] : 52).

Rasulullah saw bersabda:

«إِذَا بُويِعَ لِخَلِيفَتَيْنِ فَاقْتُلُوا الْآخَرَ مِنْهُمَا»

Jika dibaiat dua orang Khalifah, maka bunuh yang terakhir dari keduanya.” (HR. Muslim).

Nabi saw bersabda:

«إِنَّهُ سَتَكُونُ هَنَاتٌ وَهَنَاتٌ، فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يُفَرِّقَ أَمْرَ هَذِهِ الْأُمَّةِ وَهِيَ جَمِيعٌ فَاضْرِبُوهُ بِالسَّيْفِ كَائِناً مَنْ كَانَ»

Sesungguhnya akan terjadi (setelahku) berbagai macam fitnah, maka barangsiapa yang ingin memecahkan perkara umat ini, padahal umat dalam keadaan bersatu, maka bunuhlah dia, siapa pun orangnya.” (HR. Ahmad).

Juga sabdanya:

«مَنْ أَتَاكُمْ وَأَمْرُكُمْ جَمِيعٌ عَلَى رَجُلٍ وَاحِدٍ يُرِيدُ أَنْ يَشُقَّ عَصَاكُمْ أَوْ يُفَرِّقَ جَمَاعَتَكُمْ فَاقْتُلُوهُ«

Barangsiapa yang datang kepada kalian, sedang semua perkara kalian diurus satu orang pemimpin, ia datang hendak membelah tongkat kalian, atau memecah belah persatuan kalian, maka bunuhlah dia.” (HR. Muslim).

Bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah. Bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah. Bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah. [] Ir. Hasbullah Nur – Wilayah Sudan

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 13/11/2025.

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *