Amerika Umumkan, Mereka Tidak Lagi Membutuhkan Layanan Para Separatis Kurdi
Utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, mengatakan pada 20 Januari 2026: “Tujuan awal dibentuknya Pasukan Demokratik Suriah, Syrian Democratic Forces (SDF) sebagai kekuatan utama untuk memerangi Organisasi Negara Islam Irak dan Suriah, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah berakhir di lapangan, dan Damaskus sekarang telah memenuhi syarat untuk memikul tanggung jawab atas keamanan, termasuk kendali atas pusat-pusat penahanan ISIS.”
Ia menyatakan bahwa “Pemerintahan AS telah melakukan kontak intensif dengan pemerintah Suriah dan kepemimpinan SDF untuk mengamankan kesepakatan penggabungan dan merencanakan langkah-langkah pelaksanaannya.” Ia menambahkan, “Kami berupaya menjamin hak-hak Kurdi, dan pemisahan dapat menyebabkan ketidakstabilan atau kembalinya ISIS.” (aljazeera.net, 20/1/2026).
Amerika adalah negara kolonial yang hanya mengenal kepentingannya sendiri dan tidak menghargai siapa pun kecuali sejauh mereka melayani kepentingannya. Begitu kegunaan seseorang berakhir dan mereka telah menemukan orang yang lebih baik, mereka akan segera membuangnya. Inilah realita yang terjadi pada para separatis Kurdi di organisasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang mengabdi kepada Amerika dan membunuh ribuan kaum Muslim tak berdosa serta memenjarakan dan menyiksa puluhan ribu dari mereka, bahkan sejauh ini banyak dari mereka yang masih berada di penjara. Amerika mengumumkan akan memindahkan mereka ke Irak setelah menyetujui kesepakatan dengan anteknya, al-Julani, yang telah menjadi penyedia jasa besar bagi Amerika untuk memusatkan pengaruhnya di Suriah.
Pada saat yang sama, Amerika mempromosikan anteknya, al-Julani, dengan mengalahkan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di hadapannya, dan al-Julani menegaskan pengkhianatannya serta kesetiaan penuhnya kepada Amerika dengan menandatangani perjanjian baru dengan entitas Yahudi. Pembicaraan antara rezim Suriah dan entitas Yahudi berlangsung pada 1 Juni 2026 di bawah naungan Amerika dan berlangsung selama dua hari di ibu kota Prancis, Paris.
Anadolu Agency, pada 7/1/2026, melaporkan tentang dikeluarkan sebuah pernyataan bersama yang mengumumkan “pembentukan mekanisme integrasi bersama sebagai sel penghubung untuk koordinasi intelijen dan de-eskalasi segera. Mekanisme bersama ini juga mencakup keterlibatan diplomatik dan perdagangan di bawah pengawasan AS.” (hizb-ut-tahrir.info, 22/1/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat