MediaUmat – Aktivis Indonesia Justice Monitor (IJM) Rizqi Awal menilai, pernyataan aktivis lingkungan muda asal Bandung Pandawara lewat akun instagramnya @pandawaragroup yang mengajak patungan membeli hutan hanyalah teguran saja.
“Ini semacam teguran kepada pihak-pihak terkait bahwasanya hutan itu bukan untuk diperjualbelikan. Pandawara hanya memberikan semacam statement bahwasanya tingkah polah para pejabat tertentu itu membuat kerusakan hutan kita semakin parah,” ujarnya di Kabar Petang: “Patungan Beli Hutan: Ide Cerdas?”, Rabu (17/12/2025) melalui kanal YouTube Khilafah News.
Pandawara, kata Rizki, hanya ingin menyampaikan tugas utama manusia adalah merawat hutan bukan merampas dan mengabaikan. “Kalau mereka bisa ‘membeli hutan’ maka kenapa kita tidak bisa membeli hutan? Itu yang mungkin ingin disampaikan oleh Pandawara,” tandasnya.
Kepedulian komunitas lingkungan seperti Pandawara ini menurut Rizki hendaknya menjadi titik poin bahwa pemerintah seharusnya menyadari jangan lagi mengeluarkan statement- statement yang akan merusak kepercayaan rakyat kepada pejabat.
Ia mencontohkan pernyataan Hasan Hasbi (mantan jubir Presiden) yang mengatakan kesukaan ngopi dan makan gorengan itu yang menyebabkan kerusakan hutan. “Ini menurut saya enggak logis!” tukasnya.
Mengembalikan Ekosistem
Rizki berharap, pemerintah bisa mengembalikan ekosistem alam pada posisi baik kembali. “Bukan hanya Sumatra saja tetapi di seluruh kawasan Indonesia yang terdampak pertambangan dan perkebunan yang cukup mengkhawatirkan,” harapnya.
Ia juga mengingatkan, salah satu tujuan pindah ibu kota ke Kalimantan adalah menghindari banjir. Namun kalau hutan di Kalimantan tidak dijaga bisa jadi akan menimbulkan bencana ekologi dan banjir bandang di ibu kota baru nanti.
“Yang perlu dilakukan pemerintah hari ini adalah menggunakan kekuasaannya untuk menjaga kondisi yang ada bukan memperkeruh,” imbuhnya.
Ia tidak menampik, kerusakan ekosistem yang terjadi hari ini memang tidak bisa sekejap diperbaiki. Namun niat dan ikhtiar untuk memperbaiki kerusakan menjadi poin penting.
“Pemerintah harus serius menangani, bukan justru menganggap remeh perkara ini,” sindirnya.
Terlebih, ia melanjutkan, untuk menangani bencana Sumatra bukan sekadar diberikan bantuan miliaran rupiah, tetapi juga tenaga, dan peralatan yang memadai.
“Pak Prabowo dan jajaran menteri mohon untuk bisa mendengar kritikan-kritikan khususnya terkait dengan bencana Sumatra agar jangan sampai terjadi bencana yang lebih besar lagi,” pungkasnya.[] Irianti Aminatun
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat