Ahmad Sastra: Negara Harus Ubah Paradigma tentang Guru

 Ahmad Sastra: Negara Harus Ubah Paradigma tentang Guru

MediaUmat Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) Dr. Ahmad Sastra menyatakan negara harusnya mengubah paradigma tentang guru menjadi sebagai orang-orang yang penting karena menentukan masa depan bangsa.

“Jadi negara itu harusnya mengubah paradigma tentang pendidikan, tentang guru. Ini harusnya mengubah paradigma bahwa mereka itu orang-orang penting, mereka itu orang-orang yang menentukan masa depan bangsa,” katanya dalam Kabar Petang: Kasus Guru Rasnal dan Abdul Muis. Harusnya Negara Instropeksi? di kanal YouTube Khilafah News, Senin (17/11/2025).

Dengan mengubah paradigma guru, negara ini harusnya memberikan penghargaan, perlindungan atau kesejahteraan sebagai prioritas. “Itu mestinya ke situ sehingga nanti kebijakan, kemudian memberikan kemuliaan, penghargaan, perlindungan, kesejahteraan, itu mestinya menjadi skala prioritas,” usulnya.

Itu merupakan salah satu poin dari empat poin yang disampaikan Ahmad menyikapi kasus guru Rasnal dan Abdul Muis. Berikut ketiga poin lainnya.

Pertama, guru honorer yang memprihatinkan. “Pertama kita lihat betapa nasib guru honorer itu yang memprihatinkan, menyedihkan. Honornya berapa sih? Kadang kan kalau kita lihat tuh ada yang honornya 300 ribu. Nah, kalau 300 ribu belum dibayar, terus dia punya keluarga, dia punya anak. Itu padahal guru, guru itu seseorang yang begitu mulia, yang selalu bicara masa depan,” urainya.

Kedua, lemahnya posisi guru. “Kedua adalah lemahnya posisi guru. Posisi guru dalam arti guru yang ada di SMA itu yang memberikan bantuan ini, saya menyebutnya orang proletar, orang kecil. Kan guru itu orang kecil. Mungkin yang bela juga enggak ada,” tambahnya.

Ketiga, tindakan kedua guru tersebut manusiawi. “Ketiga kalau kita lihat sebenarnya dalam konteks kemanusiaan, dia tidak ada niat jahat dan membela rakyat yang dalam kondisi yang sangat sengsara,” tegasnya.

Dalam pandangan Islam, sebut Ahmad menjelaskan Al-Qur’an surah al-Mujadalah ayat 11, guru atau orang yang berilmu sangat dimuliakan. “Jadi, di dalam Islam itu yang namanya guru, orang- orang berilmu, Allah saja memuliakan! Allah saja memuliakan! Apalagi pemerintah seharusnya lebih dari itu!” pungkasnya.[] Imam Wahyono

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *