FoCUS Pertanyakan dukungan Pemerintah RI terhadap Palestina

 FoCUS Pertanyakan dukungan Pemerintah RI terhadap Palestina

MediaUmat – Analis Forum on Contempory Ummah Studies (FoCUS) Iwan Januar mempertanyakan kembali dukungan pemerintah Indonesia terhadap Palestina, sebab didapat data bahwa ternyata selama ini Indonesia melakukan hubungan perdagangan dengan negara Zionis Yahudi tersebut.

“Sikap dan pernyataan dukungan pemerintah Indonesia terhadap Palestina patut untuk kembali dipertanyakan. Pasalnya, didapat data bahwa ternyata selama ini Indonesia melakukan hubungan perdagangan dengan negara Zionis Yahudi,” ujarnya kepada media-umat.com, Rabu (28/10/2026).

Iwan membeberkan, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian milik Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa dari tahun 2023 sampai 2026 Indonesia aktif mengekspor kelapa sawit serta produk turunannya dan juga kelapa ke negara Zionis Yahudi. Bahkan data yang didapat dua orang peneliti dari Departemen Perdagangan Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama Bandung menyebutkan kalau Indonesia pemasok terbesar CPO untuk negara Zionis Yahudi dengan total di atas tujuh puluh satu persen.

“Hal ini membuat kita bertanya bagaimana bisa pemerintah Indonesia berdiri di atas dua kaki, yang satu memberikan dukungan terhadap Palestina tapi kaki yang satu lagi justru membuka hubungan yang menguntungkan pemerintah penjajah negeri Palestina yaitu Zionis Yahudi?” ucapnya.

Sementara itu, kata Iwan, sebelumnya Indonesia juga menjadi anggota dari Board of Peace (BoP) bentukan Amerika Serikat yang merupakan negara penyokong terbesar penjajah negeri Palestina yaitu Zionis Yahudi. Dan sampai hari ini BoP yang tujuannya untuk menciptakan perdamaian di Palestina, faktanya tidak berkontribusi apa pun untuk menghentikan genosida yang masih berlangsung di tanah Palestina.

Bahkan sampai hari ini Iwan melihat pemerintah Zionis Yahudi masih terus melancarkan genosida dengan cara-cara yang sangat keji. Tercatat jumlah korban yang jatuh di tengah-tengah warga Gaza sudah mencapai di atas angka 74.000 jiwa. Ini belum ditambah dengan agresi Zionis Yahudi ke negeri Lebanon yang juga menjatuhkan banyak korban di sana.

Iwan mengingatkan, dalam agama Islam telah jelas bahwa hubungan dengan negara Zionis Yahudi adalah haram secara mutlak karena mereka negara kafir muharriban fi’lan, yaitu negara kafir yang secara nyata memerangi dan membunuhi kaum Muslim. Dan terhadap negara seperti itu hanya ada satu hubungan dengan mereka yaitu jihad fi sabilillah.

Iwan mengatakan, apabila pemerintah memang serius memberikan dukungan terhadap Palestina, maka pemerintah harus mengusut perusahaan mana saja yang melakukan ekspor ke negeri Zionis Yahudi itu. Kemudian memberikan tindakan, kalau perlu dicabut izin usahanya dan memberikan sanksi kepada perusahaan tersebut.

“Bila memang pemerintah Indonesia punya niat yang lurus dan mulia memberikan dukungan terhadap Palestina,” tuturnya.

Namun bila ini masih terus berjalan maka Iwan melihat Indonesia menjalankan politik dua kaki. Politik yang satu sisi memberikan dukungan pada Palestina tapi satu lagi justru memberikan keuntungan kepada negara penjajah yang melakukan pembunuhan terhadap warga Gaza dan warga Palestina. Hal seperti ini adalah tindakan yang haram.

“Tidak ada solusi yang terbaik dan hakiki melainkan kembali kepada ajaran Islam.” tegas Iwan.

Terakhir Iwan menilai, satu-satunya cara untuk membebaskan Gaza dan Palestina tidak lain dengan jihad fi sabilillah. Yaitu dengan mengerahkan pasukan militer, membebaskan setiap inci negeri Palestina dari cengkeraman Zionis Yahudi dan mengembalikannya kepada kaum Muslim.

Namun, kata Iwan, semua itu tidak mungkin bisa dilakukan lewat para penguasa- penguasa negeri-negeri Islam saat ini. Sebab mereka tidak lebih dari boneka atau komprador negeri imperialis barat terutama Amerika Serikat. Tidak mungkin juga lewat OKI, tidak mungkin juga lewat Liga Arab karena semua berada di dalam skenario barat.

“Hanya satu, kaum Muslimin harus mau bersatu di dalam kekuasaan Khilafah Islamiyah untuk melakukan operasi militer membebaskan Gaza,” pungkas Iwan.[] Agung Sumartono

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *